Petani cokelat di Lampung perlu pendampingan agar hasilkan buah yang baik
Rabu, 10 Agustus 2022 21:16 WIB
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dwita Ria, saat memberikan pengarahan kepada kelompok tani di Lampung Timur. Lampung, Rabu, (10/8/2022). (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Lampung Timur (ANTARA) - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dwita Ria mengatakan bahwa para petani cokelat di Kabupaten Lampung Timur harus diberikan pendampingan secara maksimal agar produk yang mereka budidayakan memiliki hasil yang baik tidak mengalami busuk buah.
"Saya sudah berkeliling di Lampung Timur dan banyak sekali pohon cokelat di sini baik yang di kebun ataupun di rumah-rumah, tapi banyak pula yang mengalami busuk buah," kata Dwita, di Lampung Timur, Lampung, Rabu.
Ia mengatakan bahwa banyaknya buah cokelat yang busuk di batang pohon dipengaruhi oleh bibit yang ditanam mereka bukanlah varietas unggul, sehingga diperlukan pelatihan agar para petani ini paham dan mengerti mana bibit yang bagus dan tidak serta cocok ditanam di Lampung Timur.
"Kalau saya tanya para petani ini sadar bahwa bibit yang ditanam mereka ini tidak bisa menghasilkan cokelat yang maksimal. Jadi ini sangat disayangkan padahal peluang ekspor komoditas tersebut cukup besar," ujarnya lagi.
Kemudian, kata dia pula, masih banyak petani juga masih belum melakukan pengolahan setelah panen dengan baik, seperti fermentasi serta pengeringan biji cokelat.
"Jadi selama ini masih pakai metode lama penjemurannya, tapi tetap laku ada yang beli juga, namun alangkah sayangnya karena pangsa pasar tidak hanya lokal. Meski begitu hal yang paling peting adalah membenahi produksinya dahulu agar lebih bagus dan tak busuk," ujarnya pula.
Salah seorang petani cokelat di Lampung Timur Solihin mengakui bahwa kebanyakan cokelat di sini memang mengalami busuk buah dan kanker batang.
"Kalau bibitnya setahu saya tidak jelek, masalah kenapa cokelat bisa busuk buah dan kanker batang ini kami juga kurang paham, maka sangat penting sekali adanya pelatihan-pelatihan agar petani lebih mengerti dan menghasilkan cokelat yang baik," kata dia.
Menurutnya dengan adanya kendala busuk buah itu akan mempengaruhi harga jual cokelat menjadi rendah.
"Kalau busuk buah juga masih bisa dijual, tapi harganya rendah yang tak bisa dijual kalau dia busuk buahnya menyerang cokelat yang masih muda," kata dia.
"Saya sudah berkeliling di Lampung Timur dan banyak sekali pohon cokelat di sini baik yang di kebun ataupun di rumah-rumah, tapi banyak pula yang mengalami busuk buah," kata Dwita, di Lampung Timur, Lampung, Rabu.
Ia mengatakan bahwa banyaknya buah cokelat yang busuk di batang pohon dipengaruhi oleh bibit yang ditanam mereka bukanlah varietas unggul, sehingga diperlukan pelatihan agar para petani ini paham dan mengerti mana bibit yang bagus dan tidak serta cocok ditanam di Lampung Timur.
"Kalau saya tanya para petani ini sadar bahwa bibit yang ditanam mereka ini tidak bisa menghasilkan cokelat yang maksimal. Jadi ini sangat disayangkan padahal peluang ekspor komoditas tersebut cukup besar," ujarnya lagi.
Kemudian, kata dia pula, masih banyak petani juga masih belum melakukan pengolahan setelah panen dengan baik, seperti fermentasi serta pengeringan biji cokelat.
"Jadi selama ini masih pakai metode lama penjemurannya, tapi tetap laku ada yang beli juga, namun alangkah sayangnya karena pangsa pasar tidak hanya lokal. Meski begitu hal yang paling peting adalah membenahi produksinya dahulu agar lebih bagus dan tak busuk," ujarnya pula.
Salah seorang petani cokelat di Lampung Timur Solihin mengakui bahwa kebanyakan cokelat di sini memang mengalami busuk buah dan kanker batang.
"Kalau bibitnya setahu saya tidak jelek, masalah kenapa cokelat bisa busuk buah dan kanker batang ini kami juga kurang paham, maka sangat penting sekali adanya pelatihan-pelatihan agar petani lebih mengerti dan menghasilkan cokelat yang baik," kata dia.
Menurutnya dengan adanya kendala busuk buah itu akan mempengaruhi harga jual cokelat menjadi rendah.
"Kalau busuk buah juga masih bisa dijual, tapi harganya rendah yang tak bisa dijual kalau dia busuk buahnya menyerang cokelat yang masih muda," kata dia.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bandarlampung prioritaskan pemasangan lampu jalan untuk tekan aksi kriminal
27 January 2026 21:30 WIB
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023