Kecamatan Cambai Prabumulih dicanangkan jadi "Kampung Lele"
Sabtu, 2 April 2022 13:38 WIB
Ilustrasi: Warga memanen ikan lele yang dibudidayakan di bantaran sungai Cisadane, Tangerang, Banten,. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencanangkan kampung perikanan budi daya lele di Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, sesuai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16/2022 tentang Kampung Perikanan Budi daya.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan salah satu tujuan pengembangan perikanan budi daya adalah peningkatan ketahanan pangan yang dikembangkan melalui komoditas unggulan berbasis kearifan lokal, seperti lele, yang dapat dikembangkan dengan sistem bioflok.
Menurut dia, ikan lele adalah komoditas unggulan yang berperan sebagai penopang ketahanan pangan. Bahkan saat ini produksi lele menunjukkan hasil yang positif, dengan target produksi terus meningkat dari 1,49 juta ton pada 2020 menjadi 1,75 juta ton pada 2024 atau naik 4 persen per tahun.
"Peningkatan produksi perikanan menjadi sangat penting, selain berperan untuk ketahanan pangan, ikan juga yang dapat berperan untuk mengatasi masalah stunting, kerdil, akibat kekurangan gizi," katanya.
KKP juga telah memberikan bantuan berupa dua paket budi daya ikan sistem bioflok dan 1.350 ekor induk ikan lele kepada pembudidaya di Kota Prabumulih.
Sementara itu Asisten I Kota Prabumulih, yang mewakili Walikota Prabumulih Aris Priadi menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih berkomitmen penuh mendukung dan bersinergi membangun kampung perikanan budi daya ikan lele.
Pemkot Prabumulih juga berterima kasih kepada KKP karena menetapkan kota itu sebagai salah satu lokus pengembangan kampung perikanan budi daya ikan lele.
"Saya berharap, dengan ini akan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudi daya ikan lele di Kota Prabumulih," kata Aris Priadi.
Seperti diketahui lahan budi daya di Kecamatan Cambai seluas 16,38 hektare dari total 44,34 hektare potensi lahan di Kota Prabumulih. Di kota ini terdapat 14 Kelompok Pembudidaya Perikanan (Pokdakan) pembesaran lele yang sudah berjalan, dengan jumlah anggota berkisar 140 orang.
Saat ini total produksi yang bisa dihasilkan di Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih mampu memproduksi 50 - 55 ton/tahun ikan lele dengan nilai produksi mencapai Rp600 juta hingga Rp700 juta per tahun.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan salah satu tujuan pengembangan perikanan budi daya adalah peningkatan ketahanan pangan yang dikembangkan melalui komoditas unggulan berbasis kearifan lokal, seperti lele, yang dapat dikembangkan dengan sistem bioflok.
Menurut dia, ikan lele adalah komoditas unggulan yang berperan sebagai penopang ketahanan pangan. Bahkan saat ini produksi lele menunjukkan hasil yang positif, dengan target produksi terus meningkat dari 1,49 juta ton pada 2020 menjadi 1,75 juta ton pada 2024 atau naik 4 persen per tahun.
"Peningkatan produksi perikanan menjadi sangat penting, selain berperan untuk ketahanan pangan, ikan juga yang dapat berperan untuk mengatasi masalah stunting, kerdil, akibat kekurangan gizi," katanya.
KKP juga telah memberikan bantuan berupa dua paket budi daya ikan sistem bioflok dan 1.350 ekor induk ikan lele kepada pembudidaya di Kota Prabumulih.
Sementara itu Asisten I Kota Prabumulih, yang mewakili Walikota Prabumulih Aris Priadi menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih berkomitmen penuh mendukung dan bersinergi membangun kampung perikanan budi daya ikan lele.
Pemkot Prabumulih juga berterima kasih kepada KKP karena menetapkan kota itu sebagai salah satu lokus pengembangan kampung perikanan budi daya ikan lele.
"Saya berharap, dengan ini akan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudi daya ikan lele di Kota Prabumulih," kata Aris Priadi.
Seperti diketahui lahan budi daya di Kecamatan Cambai seluas 16,38 hektare dari total 44,34 hektare potensi lahan di Kota Prabumulih. Di kota ini terdapat 14 Kelompok Pembudidaya Perikanan (Pokdakan) pembesaran lele yang sudah berjalan, dengan jumlah anggota berkisar 140 orang.
Saat ini total produksi yang bisa dihasilkan di Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih mampu memproduksi 50 - 55 ton/tahun ikan lele dengan nilai produksi mencapai Rp600 juta hingga Rp700 juta per tahun.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Lampung Selatan apresiasi aksi protes warga dengan tebar ikan di jalan rusak
11 April 2025 14:18 WIB
Dompet Dhuafa Lampung dan PT Bukit Asam Tbk lepaskan 10.000 bibit ikan lele
29 January 2024 7:27 WIB, 2024
Ditjen Perikanan Budidaya KKP beri pendampingan program bioflok lele di Ponpes di Bandarlampung
03 October 2023 14:42 WIB, 2023
KKP beri pendampingan program bioflok lele di ponpes di Bandarlampung
03 October 2023 13:30 WIB, 2023
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bantu "Kampung Lele Eka Jaya" Jambi
09 August 2022 17:03 WIB, 2022
Dompet Dhuafa Banten panen raya ikan lele yang dibudidayakan dalam kolam buatan
17 February 2022 7:47 WIB, 2022
Polisi segera periksa perwakilan investasi bodong ikan lele di Jambi
10 November 2021 16:11 WIB, 2021
Terpopuler - Info Usaha
Lihat Juga
Mentan copot 192 pejabat dan 2.300 distributor pupuk yang ganggu produksi pertanian
07 January 2026 21:47 WIB