Seorang nelayan Nias Utara hilang saat mancing di laut
Minggu, 1 Agustus 2021 15:02 WIB
Tim Basarnas Nias yang akan diterjunkan melakukan pencarian nelayan yang hilang (ANTARA/HO)
Nias (ANTARA) - Seorang nelayan, Otomosi Zega (45) warga Siofaewali, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, dikabarkan hilang saat memancing di perairan Desa Helera, Kabupaten Nias Utara.
"Menurut informasi keluarga korban Rusmadi Zega, Otomosi berangkat memancing kemarin, Sabtu 31 Juli 2021 sekitar pukul 07.30 WIB menggunakan perahu," ungkap Kepala Basarnas Nias M.Agus Wibiso melalui Humas Basarnas Nias Asanimu Waruwu di Nias, Minggu.
Otomosi yang biasanya memancing di sekitar Desa Helera, menurut pihak keluarga, biasanya kembali pukul 12.00 WIB, tetapi saat itu korban hingga pukul 17.00 WIB tak kunjung kembali dari memancing.
Sehingga keluarga resah dan meminta warga desanya yang juga kebanyakan nelayan untuk mencari, namun hingga malam Otomosi tak kunjung ditemukan.
"Kami mendapat laporan dari keluarga korban tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan personel langsung berangkat dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB," terangnya.
Di lokasi, menurut Humas Basarnas Nias, personel berkoordinasi dengan keluarga korban, Polairud Polres Nias, Pos Al Gunungsitoli, Posmat Lahewa, BPBD Kabupaten Nias Utara dan KSOP Gunungsitoli untuk pemapelan.
"Personel Basarnas yang kita terjunkan ada 1 tim rescue yang terdiri dari 5 orang personel Basarnas Nias," jelasnya.
Peralatan yang digunakan untuk membantu pencarian adalah Rescue Car DC 1 unit, LCR + Mopel 40 PK, Palsar air, Pal Covid 19, Gps, kantong mayat dan alat komunikasi.
"Menurut informasi keluarga korban Rusmadi Zega, Otomosi berangkat memancing kemarin, Sabtu 31 Juli 2021 sekitar pukul 07.30 WIB menggunakan perahu," ungkap Kepala Basarnas Nias M.Agus Wibiso melalui Humas Basarnas Nias Asanimu Waruwu di Nias, Minggu.
Otomosi yang biasanya memancing di sekitar Desa Helera, menurut pihak keluarga, biasanya kembali pukul 12.00 WIB, tetapi saat itu korban hingga pukul 17.00 WIB tak kunjung kembali dari memancing.
Sehingga keluarga resah dan meminta warga desanya yang juga kebanyakan nelayan untuk mencari, namun hingga malam Otomosi tak kunjung ditemukan.
"Kami mendapat laporan dari keluarga korban tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan personel langsung berangkat dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB," terangnya.
Di lokasi, menurut Humas Basarnas Nias, personel berkoordinasi dengan keluarga korban, Polairud Polres Nias, Pos Al Gunungsitoli, Posmat Lahewa, BPBD Kabupaten Nias Utara dan KSOP Gunungsitoli untuk pemapelan.
"Personel Basarnas yang kita terjunkan ada 1 tim rescue yang terdiri dari 5 orang personel Basarnas Nias," jelasnya.
Peralatan yang digunakan untuk membantu pencarian adalah Rescue Car DC 1 unit, LCR + Mopel 40 PK, Palsar air, Pal Covid 19, Gps, kantong mayat dan alat komunikasi.
Pewarta : Juraidi
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR gabungan cari nelayan yang hilang di Perairan Kuala Penet Lampung Timur
10 January 2026 19:33 WIB
Prabowo targetkan bangun 1.100 kampung nelayan, kejar swasembada pangan 2026
07 January 2026 16:16 WIB
Pemprov: Pembangunan kampung nelayan di Lampung selesai akhir Desember 2025
03 December 2025 15:35 WIB
Wagub Lampung: Kampung Nelayan Merah Putih dapat tingkatkan ekonomi maritim
13 November 2025 17:18 WIB
Terpopuler - Peristiwa
Lihat Juga
636 jemaah Tarikat Naqsabandiyah ikuti kegiatan Suluk Ramadhan di Bengkulu
26 March 2023 16:55 WIB, 2023
Penyelundupan puluhan gagak hitam untuk ritual mistik digagalkan polisi
24 March 2023 21:17 WIB, 2023