Sektor rumah tapak diprediksi masih bertahan pada 2021
Kamis, 15 April 2021 15:42 WIB
Sektor rumah tapak diprediksi masih bertahan pada 2021 (Antara Lampung/HO)
Jakarta (ANTARA) - Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) memperkirakan rumah tapak dan logistik masih menjadi sektor properti yang bertahan pada 2021.
"Saya rasa dengan stimulus-stimulus yang diberikan oleh pemerintah, kemungkinan rumah tapak dan logistik masih menjadi sektor yang cukup bertahan dalam kondisi saat ini," ujar Head of Advisory JLL Vivin Harsanto dalam pertemuan media secara virtual di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan saat ini belum terlihat kebangkitan pasar properti secara signifikan, namun paling tidak sudah terdapat pergerakan di beberapa sektor.
"Kendati demikian jika melihat sektor properti perkantoran, mal, dan hunian vertikal seperti kondominium mungkin masih membutuhkan waktu untuk kembali pulih," katanya.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti pemberian insentif PPN dan relaksasi loan to value (LTV) terlihat cukup memberikan dampak bagi pasar properti perumahan, khususnya rumah tapak.
Pengembang secara cermat mengambil peluang untuk menghabiskan stok produk rumah tapak ataupun kondominium yang hampir selesai dibangun atau siap huni, namun belum terjual.
Hal ini juga merupakan sebuah peluang bagi para pembeli untuk mendapatkan produk yang sudah terbangun dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan pada kondisi normal.
Diharapkan pemerintah dapat memberikan stimulus untuk menggairahkan sektor properti lainnya.
Dalam kesempatan sama, Country Head JLL Indonesia James Allan menilai para investor dengan berhati-hati tetap aktif mencari peluang di tengah pandemi dan menaruh minat terhadap pasar properti di Indonesia, khususnya sektor perumahan, pergudangan dan pusat data.
"Di sisi lain, stimulus dan kebijakan yang dilakukan pemerintah terhadap sektor properti diharapkan dapat merangsang pasar," kata James.
"Saya rasa dengan stimulus-stimulus yang diberikan oleh pemerintah, kemungkinan rumah tapak dan logistik masih menjadi sektor yang cukup bertahan dalam kondisi saat ini," ujar Head of Advisory JLL Vivin Harsanto dalam pertemuan media secara virtual di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan saat ini belum terlihat kebangkitan pasar properti secara signifikan, namun paling tidak sudah terdapat pergerakan di beberapa sektor.
"Kendati demikian jika melihat sektor properti perkantoran, mal, dan hunian vertikal seperti kondominium mungkin masih membutuhkan waktu untuk kembali pulih," katanya.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti pemberian insentif PPN dan relaksasi loan to value (LTV) terlihat cukup memberikan dampak bagi pasar properti perumahan, khususnya rumah tapak.
Pengembang secara cermat mengambil peluang untuk menghabiskan stok produk rumah tapak ataupun kondominium yang hampir selesai dibangun atau siap huni, namun belum terjual.
Hal ini juga merupakan sebuah peluang bagi para pembeli untuk mendapatkan produk yang sudah terbangun dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan pada kondisi normal.
Diharapkan pemerintah dapat memberikan stimulus untuk menggairahkan sektor properti lainnya.
Dalam kesempatan sama, Country Head JLL Indonesia James Allan menilai para investor dengan berhati-hati tetap aktif mencari peluang di tengah pandemi dan menaruh minat terhadap pasar properti di Indonesia, khususnya sektor perumahan, pergudangan dan pusat data.
"Di sisi lain, stimulus dan kebijakan yang dilakukan pemerintah terhadap sektor properti diharapkan dapat merangsang pasar," kata James.
Pewarta : Aji Cakti
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Konsultan sebut permintaan rumah tapak cukup tinggi di kuartal IV tahun lalu
26 January 2022 12:51 WIB, 2022
Siti Nurbaya: Terobosan tingkat tapak penting untuk capai target emisi
14 October 2021 12:27 WIB, 2021
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021