Getah Damar Lampung tembus enam negara
Sabtu, 4 Juli 2020 8:31 WIB
Getah damar (ANTARA/HO)
Bandarlampung (ANTARA) - Potensi ekspor komoditas pertanian dari sub sektor kehutanan menunjukan perkembangan yang menggembirakan, salah satunya getah damar (Shorea javanica) asal dari Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Lampung, Sabtu mencatat fasilitasi ekspor getah damar jenis mata kucing, sepanjang tahun 2019 mencapai 228,7 Ton sedangkan tahun 2020 periode Januari hingga Juni sebesar 93 ton.
“Getah damar yang diperuntukan sebagai stabilizer pada industri cat, tinta, farmasi dan kosmetik ini berasal dari Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung dan laris diberbagi negara," ujar Kepala Karantina Pertanian Lampung Muh.Jumadh
Jumadh juga mengatakan berbagai negara tujuan ekspor tersebut meliputi Yaman, Tunisa, Sudan, Arab saudi, Singapura dan Yunani.
"Ini merupakan kearifan lokal masyarakat Lampung dan merupakan salah satu contoh keberhasilan pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat, sehingga perlu kita dorong potensinya supaya makin bersaing di pasar ekspor," ungkapnya.
"Kita akan terus bina untuk komoditas unik ini, melalui pendampingan para petani dan pelaku usaha dalam meningkatkan produksi serta pemasarannya di pasar ekspor," tegas Jumadh.
Secara terpisah, Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengatakan perlunya memunculkan ragam komoditas ekspor baru sehingga nilai ekspor dapat meningkat tiga kali lipat.
Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limppo,red) untuk terus membangun sinergisitas kepada para pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah, integrasi aturan perkarantinaan dengan negara tujuan, percepatan layanan hingga kampanye publik untuk lakukan terobosan ekspor terus digaungkan.
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Lampung, Sabtu mencatat fasilitasi ekspor getah damar jenis mata kucing, sepanjang tahun 2019 mencapai 228,7 Ton sedangkan tahun 2020 periode Januari hingga Juni sebesar 93 ton.
“Getah damar yang diperuntukan sebagai stabilizer pada industri cat, tinta, farmasi dan kosmetik ini berasal dari Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung dan laris diberbagi negara," ujar Kepala Karantina Pertanian Lampung Muh.Jumadh
Jumadh juga mengatakan berbagai negara tujuan ekspor tersebut meliputi Yaman, Tunisa, Sudan, Arab saudi, Singapura dan Yunani.
"Ini merupakan kearifan lokal masyarakat Lampung dan merupakan salah satu contoh keberhasilan pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat, sehingga perlu kita dorong potensinya supaya makin bersaing di pasar ekspor," ungkapnya.
"Kita akan terus bina untuk komoditas unik ini, melalui pendampingan para petani dan pelaku usaha dalam meningkatkan produksi serta pemasarannya di pasar ekspor," tegas Jumadh.
Secara terpisah, Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengatakan perlunya memunculkan ragam komoditas ekspor baru sehingga nilai ekspor dapat meningkat tiga kali lipat.
Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limppo,red) untuk terus membangun sinergisitas kepada para pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah, integrasi aturan perkarantinaan dengan negara tujuan, percepatan layanan hingga kampanye publik untuk lakukan terobosan ekspor terus digaungkan.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Serius cegah kekerasan seksual, Itera jalin kerja sama dengan Damar dan Dinas PPA
20 November 2023 8:48 WIB, 2023
Perkumpulan Damar fasilitasi evaluasi penyelenggaraan Puskesmas Layanan Kesehatan Reproduksi di Lampung
06 September 2023 7:19 WIB, 2023
LAdA Damar Lampung minta pemda aktif cegah kekerasan seksual di pendidikan
17 January 2023 4:51 WIB, 2023
Disebutkan terjadi 179 kasus kekerasan seksual di Lampung selama 2021
04 January 2022 14:33 WIB, 2022
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023