Waspada flu babi, Kementan imbau peternak babi jaga kebersihan kandang
Kamis, 2 Juli 2020 14:36 WIB
Ilustrasi flu babi Afrika. ANTARA/Ardika.
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengimbau agar peternak babi di Indonesia selalu menerapkan kebersihan atau higienitas dalam kandang untuk mewaspadai virus baru flu babi (swine flu) G4 EA H1N1.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa menjelaskan bahwa pihaknya memperketat penerapan biosekuriti atau praktik peternakan yang mengutamakan pencegahan penyebaran penyakit ke populasi hewan, termasuk menjaga kebersihan dalam kandang ternak.
"Terutama untuk para peternak babi juga harus menerapkan biosekuriti, karena kebetulan kami juga sedang memperketat biosekuriti di peternakan-peternakan babi terkait adanya kasus African Swine Fever," kata Fadjar Sumping dalam wawancara di salah satu televisi swasta di Jakarta, Kamis.
Fadjar menjelaskan saat ini memang pihaknya tengah memperketat penerapan biosekuriti pada peternakan babi mengingat di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara masih ditemukan kasus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).
Namun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena flu babi dan demam babi Afrika adalah dua penyakit yang berbeda.
Penyakit flu babi yang dilaporkan oleh ilmuwan Tiongkok adalah penyakit yang disebabkan oleh virus infulenza H1N1 galur baru dan berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis).
Sementara kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia adalah penyakit ASF atau demam babi Afrika yang disebabkan oleh virus ASF yang tidak dapat menular ke manusia.
Fadjar mengimbau bahwa masyarakat tidak perlu berlebihan dalam melihat perkembangan flu babi di Tiongkok, namun harus tetap waspada dengan mengenal karakter virus tersebut.
"Misalnya cara penularannya, efek yang ditimbulkan dan yang terpenting, bagaimana menghindari. Sama seperti perlakuan terhadap virus corona yang sedang berjalan, kita juga harus menjaga kebersihan dan higienis dengan melakukan cuci tangan," kata Fadjar.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa menjelaskan bahwa pihaknya memperketat penerapan biosekuriti atau praktik peternakan yang mengutamakan pencegahan penyebaran penyakit ke populasi hewan, termasuk menjaga kebersihan dalam kandang ternak.
"Terutama untuk para peternak babi juga harus menerapkan biosekuriti, karena kebetulan kami juga sedang memperketat biosekuriti di peternakan-peternakan babi terkait adanya kasus African Swine Fever," kata Fadjar Sumping dalam wawancara di salah satu televisi swasta di Jakarta, Kamis.
Fadjar menjelaskan saat ini memang pihaknya tengah memperketat penerapan biosekuriti pada peternakan babi mengingat di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara masih ditemukan kasus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).
Namun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena flu babi dan demam babi Afrika adalah dua penyakit yang berbeda.
Penyakit flu babi yang dilaporkan oleh ilmuwan Tiongkok adalah penyakit yang disebabkan oleh virus infulenza H1N1 galur baru dan berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis).
Sementara kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia adalah penyakit ASF atau demam babi Afrika yang disebabkan oleh virus ASF yang tidak dapat menular ke manusia.
Fadjar mengimbau bahwa masyarakat tidak perlu berlebihan dalam melihat perkembangan flu babi di Tiongkok, namun harus tetap waspada dengan mengenal karakter virus tersebut.
"Misalnya cara penularannya, efek yang ditimbulkan dan yang terpenting, bagaimana menghindari. Sama seperti perlakuan terhadap virus corona yang sedang berjalan, kita juga harus menjaga kebersihan dan higienis dengan melakukan cuci tangan," kata Fadjar.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Babi yang mati mendadak di Maua Hilia Agam positif terpapar flu babi Afrika
24 December 2021 6:23 WIB, 2021
Gubernur NTT usul bangun labkes hewan tangani virus flu babi Afrika
22 September 2021 14:02 WIB, 2021
Kasus flu babi, Jerman meminta China terapkan larangan impor terbatas
12 September 2020 5:46 WIB, 2020
Dispernak Bandarlampung edukasi pedagang tentang bahayanya virus flu babi
18 July 2020 18:02 WIB, 2020
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023