BPS: Nilai tukar petani Lampung turun 1,60 persen
Minggu, 21 Juni 2020 14:01 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Faizal Anwar (ANTARA/HO)
Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung mengatakan bahwa nilai tukar petani (NTP) Provinsi Lampung pada Mei sebesar 91,51 atau mengalami penurunan 1,60 persen dibandingkan dengan April 2020.
"Untuk NTP nasional juga turun sebesar 0,85 persen, dari 100,32 pada April 2020 menjadi 99,47 pada Mei 2020," kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar, di Bandarlampung, Minggu.
Ia menyebutkan NTP Provinsi Lampung mengalami penurunan pada Mei 2020, menyusul beberapa komoditas mengalami penurunan harga, antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan, hortikultura,
perkebunan, dan perikanan tangkap.
Menurutnya, komoditas yang mengalami penurunan , seperti, gabah, jagung, cabai rawit, cabai hijau, cabai merah, dan beberapa jenis sayuran dan tanaman obat, kopi, karet, kelapa sawit, dan beberapa jenis ikan tangkap.
Sedangkan untuk subsektor peternakan dan perikanan budidaya mengalami kenaikan, seperti ternak besar, ternak kecil, unggas, dan telur itik/bebek, dan beberapa ikan budi daya.
TP Provinsi Lampung, pada Mei 2020 untuk masing-masing subsektor tercatat subsektor padi dan palawija (NTP-P) (93,37), hortikultura (NTP-H) (94,14), tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr) (86,47), peternakan (NTPPt) (98,29), perikanan tangkap (99,07), dan perikanan budi daya (100,26).
Faizal menambahkan dari 34 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada Mei 2020, ada 10 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 24 provinsi lainnya mengalami penurunan.
Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat dengan peningkatan sebesar 1,04 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jambi yang turun sebesar 3,53 persen.
"Untuk NTP nasional juga turun sebesar 0,85 persen, dari 100,32 pada April 2020 menjadi 99,47 pada Mei 2020," kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar, di Bandarlampung, Minggu.
Ia menyebutkan NTP Provinsi Lampung mengalami penurunan pada Mei 2020, menyusul beberapa komoditas mengalami penurunan harga, antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan, hortikultura,
perkebunan, dan perikanan tangkap.
Menurutnya, komoditas yang mengalami penurunan , seperti, gabah, jagung, cabai rawit, cabai hijau, cabai merah, dan beberapa jenis sayuran dan tanaman obat, kopi, karet, kelapa sawit, dan beberapa jenis ikan tangkap.
Sedangkan untuk subsektor peternakan dan perikanan budidaya mengalami kenaikan, seperti ternak besar, ternak kecil, unggas, dan telur itik/bebek, dan beberapa ikan budi daya.
TP Provinsi Lampung, pada Mei 2020 untuk masing-masing subsektor tercatat subsektor padi dan palawija (NTP-P) (93,37), hortikultura (NTP-H) (94,14), tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr) (86,47), peternakan (NTPPt) (98,29), perikanan tangkap (99,07), dan perikanan budi daya (100,26).
Faizal menambahkan dari 34 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada Mei 2020, ada 10 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 24 provinsi lainnya mengalami penurunan.
Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat dengan peningkatan sebesar 1,04 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jambi yang turun sebesar 3,53 persen.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023