Kuliner khas daerah perkuat pariwisata Indonesia di pasar global
Jumat, 31 Januari 2020 7:02 WIB
Ilustrasi rendang (ANTARA/Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Memajukan pariwisata Indonesia di pasar global bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memperkuat kuliner khas daerah, kata Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat.
Elly mengatakan kuliner Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk memajukan sektor pariwisata. Thailand, contohnya, pariwisatanya bertumbuh pesat salah satunya berkat thai food.
"Satu hal yang kita harus kuatkan itu kuliner, Thailand itu 20 tahun lalu, mana ada yang tahu Thai food. Karena pemerintahnya membantu untuk membangun restoran di Amerika, standarnya mereka perhatikan, kebersihannya, makanannya, tingkat keterangan ruangannya," ujar Elly ditemui dalam bincang-bincang bersama Travelport di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Sebanyak 32 perusahaan Indonesia ikut pameran makanan di Ningbo China
"Coba restoran Indonesia di Washington, tutup karena dekorasinya enggak menarik. Dari dulu interiornya pakai kipas, atau peta Indonesia dari batik. Misalnya yang khas apa rendang, dibikin menarik penyajiannya. Ini akan jadi devisa terbesar juga tapi tergantung dari kita mengelolanya," lanjut Elly.
Elly berkeyakinan jika nantinya industri pariwisata di Indonesia bisa disalip oleh Vietnam, sebab mereka sudah mulai menguatkan sektor kulinernya.
"Yang harus diwaspadai sekarang adalah Vietnam, mereka melalui kulinernya sangat maju. Di Singapura saja ada berapa puluh restoran Vietnam, di Amerika di tiap sudut ada. Kuliner itu bisa jadi duta yang luar biasa untuk memperkenalkan kita," jelas Elly.
Baca juga: Hotel berbintang di China perkenalkan kuliner Nusantara kepada tamunya
Elly mengatakan kuliner Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk memajukan sektor pariwisata. Thailand, contohnya, pariwisatanya bertumbuh pesat salah satunya berkat thai food.
"Satu hal yang kita harus kuatkan itu kuliner, Thailand itu 20 tahun lalu, mana ada yang tahu Thai food. Karena pemerintahnya membantu untuk membangun restoran di Amerika, standarnya mereka perhatikan, kebersihannya, makanannya, tingkat keterangan ruangannya," ujar Elly ditemui dalam bincang-bincang bersama Travelport di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Sebanyak 32 perusahaan Indonesia ikut pameran makanan di Ningbo China
"Coba restoran Indonesia di Washington, tutup karena dekorasinya enggak menarik. Dari dulu interiornya pakai kipas, atau peta Indonesia dari batik. Misalnya yang khas apa rendang, dibikin menarik penyajiannya. Ini akan jadi devisa terbesar juga tapi tergantung dari kita mengelolanya," lanjut Elly.
Elly berkeyakinan jika nantinya industri pariwisata di Indonesia bisa disalip oleh Vietnam, sebab mereka sudah mulai menguatkan sektor kulinernya.
"Yang harus diwaspadai sekarang adalah Vietnam, mereka melalui kulinernya sangat maju. Di Singapura saja ada berapa puluh restoran Vietnam, di Amerika di tiap sudut ada. Kuliner itu bisa jadi duta yang luar biasa untuk memperkenalkan kita," jelas Elly.
Baca juga: Hotel berbintang di China perkenalkan kuliner Nusantara kepada tamunya
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata siap lestarikan seni tradisional di Lampung Selatan
24 September 2025 8:35 WIB
Bupati Lamsel minta kebersihan dan kenyamanan pasar tradisional ditata lebih baik
11 March 2025 10:16 WIB
Bank Raya tingkatkan digitalisasi pedagang pasar tradisional di Kota Bogor
18 September 2024 13:04 WIB, 2024
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Iftar Ramadhan di Emersia Hotel dan Resort hanya Rp245.000 bisa makan sepuasnya
11 March 2025 8:46 WIB
Santika Indonesia Hotels dan Resorts bagi puluhan hadiah di Ramadhan Exclusive Sale
04 March 2025 9:48 WIB
Bukber sambil berbagi: Saung Kabayan Golden Tulip Springhill donasikan pembelian ke panti asuhan
03 March 2025 10:44 WIB
Prosperity Dinner Hotel Santika Premiere Lampung lengkapi perayaan Imlek
20 January 2025 7:16 WIB, 2025