Putri Jokowi raih predikat "cum laude" di IPB
Rabu, 25 September 2019 12:33 WIB
Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (kanan) bersama dosen pembimbingnya di Sekolah Bisnis IPB, Dr Arief Daryanto. (Humas IPB University)
Dramaga, Bogor (ANTARA) - Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo, memperoleh predikat dengan pujian atau cum laude, pada acara wisuda di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Dosen Pembiming Kahiyang di Sekolah Bisnis IPB, Dr Arief Daryanto menyebutkan bahwa Kahiyang memperoleh nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,90, dengan penyelesaian studi tepat waktu, yakni selama 23 bulan.
"Selama proses pembimbingan tesis, ia termasuk mahasiswa yang tidak terlalu merepotkan. Ia memilih topik yang sangat relevan dengan portfolio program studinya," kata Arief.
Tesis yang disusun oleh Kahiyang, yaitu mengenai analisis daya saing salah satu Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN), yang bergerak dalam bisnis tebu dan gula di Jawa Timur. Ia mengaku terkesan atas keseriusan Kahiyang selama perkuliahan.
Di samping itu, Arief mengenal Kahiyang sebagai sosok mahasiswa yang memiliki kreatifitas dan komitmen tinggi. Pasalnya, istri dari Bobby Nasution itu selalu menyelesaikan tugas-tugasnya tepat waktu dengan kualitas yang baik.
"Kahiyang juga mudah bersosialisasi dengan berbagai pihak selama menempuh program pendidikan S2-nya. Sebagai anak presiden ia tidak mau diistimewakan. Ia ingin tampil bersahaja seperti mahasiswa-mahasiswa lain di kampusnya," ujarnya.
Ia berpesan kepada Kahiyang agar terus belajar dan berpegang pada prinsip pendidikan sepanjang hayat, karena pendidikan menjadi semakin penting kebutuhannya pada saat ini.
"Karena manusia terus menerus harus dapat menyesuaikan diri supaya dapat tetap bersaing dan memiliki daya resiliensi yang tinggi di tengah lingkungan masyarakat yang selalu berubah," sebut Arief.
Dosen Pembiming Kahiyang di Sekolah Bisnis IPB, Dr Arief Daryanto menyebutkan bahwa Kahiyang memperoleh nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,90, dengan penyelesaian studi tepat waktu, yakni selama 23 bulan.
"Selama proses pembimbingan tesis, ia termasuk mahasiswa yang tidak terlalu merepotkan. Ia memilih topik yang sangat relevan dengan portfolio program studinya," kata Arief.
Tesis yang disusun oleh Kahiyang, yaitu mengenai analisis daya saing salah satu Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN), yang bergerak dalam bisnis tebu dan gula di Jawa Timur. Ia mengaku terkesan atas keseriusan Kahiyang selama perkuliahan.
Di samping itu, Arief mengenal Kahiyang sebagai sosok mahasiswa yang memiliki kreatifitas dan komitmen tinggi. Pasalnya, istri dari Bobby Nasution itu selalu menyelesaikan tugas-tugasnya tepat waktu dengan kualitas yang baik.
"Kahiyang juga mudah bersosialisasi dengan berbagai pihak selama menempuh program pendidikan S2-nya. Sebagai anak presiden ia tidak mau diistimewakan. Ia ingin tampil bersahaja seperti mahasiswa-mahasiswa lain di kampusnya," ujarnya.
Ia berpesan kepada Kahiyang agar terus belajar dan berpegang pada prinsip pendidikan sepanjang hayat, karena pendidikan menjadi semakin penting kebutuhannya pada saat ini.
"Karena manusia terus menerus harus dapat menyesuaikan diri supaya dapat tetap bersaing dan memiliki daya resiliensi yang tinggi di tengah lingkungan masyarakat yang selalu berubah," sebut Arief.
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rektor berharap lulusan Itera jadi agen perubahan positif di masyarakat
13 July 2024 15:14 WIB, 2024
Terpopuler - Sekolah/Perguruan Tinggi
Lihat Juga
Disdik Lampung tingkatkan kemampuan akademik lalui pembiasaan soal berbasis HOTS
14 January 2026 20:21 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Program FKUI kampus pertama peraih akreditasi internasional dari IAAHEH-INT
21 December 2025 10:11 WIB