Kiat bisnis pendiri Radja Cendol Danu Sofwan
Minggu, 15 September 2019 7:08 WIB
Danu Sofwan, pendiri Radja Cendol, di konferensi pers Endeus Festival 2019, Jakarta, Jumat (13/9/2019) (ANTARA News/Nanien Yuniar)
Jakarta (ANTARA) - Danu Sofwan, pendiri bisnis minuman Radja Cendol, mengungkapkan kiat sukses berbisnis makanan dan minuman di Indonesia dengan terus melakukan inovasi produk.
"Banyak produk dasar yang dikreasikan ulang. Kita harus berinovasi agar tidak bosan," ujar Danu dalam konferensi pers Endeus Festival di Jakarta, Jumat.
Pemilik usaha dengan 800 cabang kios Radja Cendol di seluruh wilayah Indonesia itu mencontohkan produknya yang merupakan minuman tradisional Indonesia dengan inovasi kemasan, selain menu-menu baru.
Danu juga menargetkan menu baru setiap tiga bulan. Dia sudah mengombinasikan cendol dengan bahan makanan lain yang menarik dan menghasilkan rasa baru, sebut saja durian, milkshake, sampai roti panggang.
Berbagai inovasi Danu itu bertujuan konsumen tidak bosan dan selalu penasaran dengan produknya. Konsumen juga akan kembali demi menikmati minuman buatannya itu.
"Saya juga menarik perhatian pasar dengan pakai nama menu yang aneh-aneh," ujar Danu tentang inovasi lain pada usahanya.
Contoh nama menu Radja Cendol yang terdengar jenaka adalah "Kece Parah" alias "Keju Cendol Pake Duren Aaaahhh" sampai "Digondol Satpol" yang merupakan kependekan dari "Di mana Green Tea & Cendol Bersatu, Itu Nampol".
Danu juga akan berbagi lebih banyak tips berbisnis dan memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan usaha dalam Endeus Festival yang berlangsung di Gandaria City Mal, Jakarta Selatan, pada 25-27 Oktober 2019.
Festival tersebut juga menghadirkan narasumber lain seperti Chef Sisca Soewitomo, Chef Yuda Bustara, Chef Saskyra Rosano dan Elisabeth Wang serta bazaar makanan dan kompetisi memasak.
"Banyak produk dasar yang dikreasikan ulang. Kita harus berinovasi agar tidak bosan," ujar Danu dalam konferensi pers Endeus Festival di Jakarta, Jumat.
Pemilik usaha dengan 800 cabang kios Radja Cendol di seluruh wilayah Indonesia itu mencontohkan produknya yang merupakan minuman tradisional Indonesia dengan inovasi kemasan, selain menu-menu baru.
Danu juga menargetkan menu baru setiap tiga bulan. Dia sudah mengombinasikan cendol dengan bahan makanan lain yang menarik dan menghasilkan rasa baru, sebut saja durian, milkshake, sampai roti panggang.
Berbagai inovasi Danu itu bertujuan konsumen tidak bosan dan selalu penasaran dengan produknya. Konsumen juga akan kembali demi menikmati minuman buatannya itu.
"Saya juga menarik perhatian pasar dengan pakai nama menu yang aneh-aneh," ujar Danu tentang inovasi lain pada usahanya.
Contoh nama menu Radja Cendol yang terdengar jenaka adalah "Kece Parah" alias "Keju Cendol Pake Duren Aaaahhh" sampai "Digondol Satpol" yang merupakan kependekan dari "Di mana Green Tea & Cendol Bersatu, Itu Nampol".
Danu juga akan berbagi lebih banyak tips berbisnis dan memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan usaha dalam Endeus Festival yang berlangsung di Gandaria City Mal, Jakarta Selatan, pada 25-27 Oktober 2019.
Festival tersebut juga menghadirkan narasumber lain seperti Chef Sisca Soewitomo, Chef Yuda Bustara, Chef Saskyra Rosano dan Elisabeth Wang serta bazaar makanan dan kompetisi memasak.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Radja Nainggolan mungkin putuskan pensiun jika tidak direkrut Bhayangkara FC
04 December 2023 23:15 WIB, 2023
Objek wisata Kampoeng Radja di Kota Jambi hadirkan konsep restoran luar ruangan
16 May 2021 6:26 WIB, 2021
Radja Nainggolan kembali ke Cagliari sebagai pemain pinjaman dari Inter
31 December 2020 20:56 WIB, 2020
Bosan di rumah seharian penuh, Radja Nainggolan ingin berkarier sampai usia 50
23 March 2020 6:11 WIB, 2020
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Kelurahan Talang Jawa di Kabupaten OKU kini memiliki wisata kuliner
07 September 2019 5:55 WIB, 2019
Karnaval budaya di NTB pukau delegasi Asia Pacific Geopark Network
01 September 2019 22:36 WIB, 2019