Makanan khas Melayu Kota Batam didaftarkan di Kemendikbud

id pokok pikiran kebudayaan batam, pantun batam,jogi batam,tari jogi,roti kirai

Sejumlah warga mengikuti pelatihan kuliner khas makanan laut yang diselenggarakan ACT Kepri di Kampung Kalembak, Nongsa, Kota Batam Kepulauan Riau. ANTARA/ Humas ACT

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mendaftarkan makanan lendot sebagai khasanah asli Batam dalam pokok pikiran kebudayaan daerah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kita mendaftarkan lendot, roti kirai, dalam 10 pokok pikiran kebudayaan daerah," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, Selasa.

Lendot merupakan makanan khas Melayu, berupa sayur dengan campuran teri dan udang dengan tekstur berlendir.

Menurut Ardi, lendot menyerupai sup asparagus yang kerap disajikan di hotel-hotel berbintang di Batam sebagai makanan pembuka.

Karenanya, ia berencana mengimbau hotel-hotel di kota itu untuk menyajikan lendot ketimbang sup asparagus.

"Karena cita rasanya sama. Kita kini sedang berusaha memajukan kebudayaan daerah, salah satu caranya itu," kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya sedang menyusun rencana, untuk mengumpulkan koki hotel-hotel belajar membuat lendot agar dapat disajikan di penginapan.

Selain makanan khas lendot, Pemkot Batam juga mendaftarkan sejumlah hasil kebudayaan lainnya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain tari jogi, permainan gasing, tari persembahan dan pantun.

Pendaftaran pokok pikiran kebudayaan daerah itu, kata dia, agar kebudayaan Batam dapat dilestarikan.

"Bukan artinya, diakui Batam maka daerah lain tidak boleh ada. Bukan begitu. Seperti pantun, daerah lain juga boleh ada pantun. Tapi Batam juga punya pantun," kata Ardi.
 
Pewarta :
Editor: Muklasin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar