Warga minta gerbang Tol Trans Sumatera ditambah
Senin, 26 Agustus 2019 22:28 WIB
Suasana Jalan Trans Sumatera Natar yang lengang setelah beberapa bulan beroperasi, Lampung, Senin (26/08/2019). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Bandarlampung (ANTARA) - Sejumlah pengguna jalan Tol Trans Sumatera menuju Bandara Raden Inten, Natar mengharapkan adanya penambahan pintu masuk gerbang tol tersebut agar memudahkan masyarakat di sekitarnya untuk mengakses langsung jalan bebas hambatan itu.
"Saya bermukim di daerah Tanjung Karang, Bandarlampung. Untuk menuju Bandara Raden Inten butuh waktu cukup lama, karena pintu gerbang tol terlalu jauh dan harus memutar jauh," kata Kartika salah seorang warga Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, akibat jauhnya akses gerbang tol mengakibatkan ruas tol menuju Bandara Raden Inten relatif lengang meskipun sudah dioperasikan bebetapa bulan terakhir.
Ia menjelaskan, jarak gerbang tol dari Bandarlampung menuju bandara memerlukan waktu yang tidak sedikit sehingga terkadang memilih menggunakan jalan lintas Sumatera.
"Seringkali ketika akan ke Bandara Raden Inten saya terpaksa memilih jalur biasa, jalan lintas karena lehih cepat," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Hanu salah seorang pengguna tol trans Sumatera.
Baginya, akibat jauhnya jarak gerbang tol dari kota Bandarlampung menuju Bandara Raden Inten dirasakan kurang ekonomis.
"Saya terpaksa memilih menggunakan jalan lintas Sumatera ketika menuju bandara, salah satunya karena jarak gerbang tol yang kurang efektif. Lebih baik lewat jalan lintas Sumatera meskipun berlubang dari pada memakan banyak waktu ", katanya.
Ketidakefisienan penempatan gerbang tol menyebabkan masyarakat harus berputar melalui kabupaten lain untuk mencapai bandara Raden Inten, sementara jarak Bandarlampung menuju bandara lebih dekat.
"Pengguna tol dari Bandarlampung yang telah membayar tol harus berputar ke kabupaten lain hanya untuk menuju bandara. Di sisi lain jalan lintas Sumatera langsung menuju bandara tanpa melalui kabupaten lain jauh lebih dekat terlebih lagi gratis, tentu saja saya lebih memilih melewati jalan lintas Sumatra," katanya.
Sementara, Rija warga lainnya mengatakan hanya akses tol dari Bandarlampung ke Bandara Raden Intens saja yang kurang efisien, sedangkan pada ruas tol tujuan lainnya cukup ramai karena dapat memangkas jarak dan waktu perjalanan.
"Saya bermukim di daerah Tanjung Karang, Bandarlampung. Untuk menuju Bandara Raden Inten butuh waktu cukup lama, karena pintu gerbang tol terlalu jauh dan harus memutar jauh," kata Kartika salah seorang warga Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, akibat jauhnya akses gerbang tol mengakibatkan ruas tol menuju Bandara Raden Inten relatif lengang meskipun sudah dioperasikan bebetapa bulan terakhir.
Ia menjelaskan, jarak gerbang tol dari Bandarlampung menuju bandara memerlukan waktu yang tidak sedikit sehingga terkadang memilih menggunakan jalan lintas Sumatera.
"Seringkali ketika akan ke Bandara Raden Inten saya terpaksa memilih jalur biasa, jalan lintas karena lehih cepat," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Hanu salah seorang pengguna tol trans Sumatera.
Baginya, akibat jauhnya jarak gerbang tol dari kota Bandarlampung menuju Bandara Raden Inten dirasakan kurang ekonomis.
"Saya terpaksa memilih menggunakan jalan lintas Sumatera ketika menuju bandara, salah satunya karena jarak gerbang tol yang kurang efektif. Lebih baik lewat jalan lintas Sumatera meskipun berlubang dari pada memakan banyak waktu ", katanya.
Ketidakefisienan penempatan gerbang tol menyebabkan masyarakat harus berputar melalui kabupaten lain untuk mencapai bandara Raden Inten, sementara jarak Bandarlampung menuju bandara lebih dekat.
"Pengguna tol dari Bandarlampung yang telah membayar tol harus berputar ke kabupaten lain hanya untuk menuju bandara. Di sisi lain jalan lintas Sumatera langsung menuju bandara tanpa melalui kabupaten lain jauh lebih dekat terlebih lagi gratis, tentu saja saya lebih memilih melewati jalan lintas Sumatra," katanya.
Sementara, Rija warga lainnya mengatakan hanya akses tol dari Bandarlampung ke Bandara Raden Intens saja yang kurang efisien, sedangkan pada ruas tol tujuan lainnya cukup ramai karena dapat memangkas jarak dan waktu perjalanan.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJN ingatkan masyarakat untuk antisipasi titik rawan di Lampung selama mudik
11 March 2026 14:49 WIB
Polri ungkap tersangka sempat isap sabu sebelum kecelakaan di Tol Trans Sumatera
25 November 2025 23:03 WIB
Bareskrim amankan 207.529 ekstasi dalam kasus narkoba dibuang di Tol Trans Sumatera
25 November 2025 23:00 WIB
Bareskrim ambil alih kasus narkoba dibuang pemilik di tol jalur Trans Sumatera
24 November 2025 11:21 WIB