Logo Header Antaranews Lampung

Kementrans dukung UMKM kawasan transmigrasi di gelaran Inacraft 2026

Kamis, 19 Februari 2026 13:25 WIB
Image Print
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengunjungi booth pameran Kementerian Transmigrasi di ajang Inacraft 2026 pada Sabtu (7/2/2026). ANTARA/HO-Kementerian Transmigrasi.
Keikutsertaan ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli serta mitra potensial.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka booth pameran pada gelaran Inacraft 2026 untuk memfasilitasi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan di kawasan transmigrasi berhasil menarik 3.724 pengunjung dengan mencatatkan penjualan hingga Rp154 juta selama event berlangsung.

Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi Kementrans Widarjanto menyatakan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, bahwa hal tersebut menunjukkan produk unggulan kawasan transmigrasi memiliki daya tarik kuat dan mampu bersaing di pasar nasional, bahkan berpotensi menembus pasar global.

Ia menyampaikan, keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi langkah konkret pihaknya dalam memperluas akses pasar sekaligus memperkuat ekosistem usaha masyarakat transmigran.

Partisipasi dalam Inacraft 2026, lanjut dia, merupakan salah satu implementasi Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Transformasi Transmigrasi melalui penguatan program Trans Karya Nusa, khususnya dalam promosi dan pemasaran hasil industri olahan komoditas lokal.

"Keikutsertaan ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli serta mitra potensial. Ini bagian dari strategi memperkuat daya saing produk unggulan transmigrasi,” ujar Widarjanto.

Booth Kementrans menampilkan lima produk unggulan kawasan transmigrasi, yakni kain tenun ikat dari Melolo, Sumba Timur; ecoprint dan sasirangan dari Barito Kuala, Kalimantan Selatan; kerajinan aksesoris dari Mesuji, Lampung; anyaman purun dari Kapuas, Kalimantan Tengah; serta batik dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Yuswanti Atandau, salah satu pelaku usaha tenun ikat dari Melolo, mengaku bangga dapat menjual langsung produk buatannya di pameran skala internasional yang berlangsung pada 4-8 Februari lalu tersebut.

“Saya berterima kasih bisa ke Jakarta dan ikut pameran dengan membawa tenun Sumba Timur,” ucapnya.

Booth Kementerian Transmigrasi hadir dengan konsep tematik dan interaktif yang memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk belajar membatik dan menganyam daun purun; mengenal bahan pewarna alami dari akar, batang, kulit, dan daun; hingga membuat aksesori dari tembaga dan batu alam.

Selain itu, tersedia pula photobooth dengan latar berbagai kain kreasi unggulan para pelaku UMKM di kawasan transmigrasi.

Adis, salah satu pengunjung, mengapresiasi berbagai kegiatan interaktif yang disuguhkan karena sangat menyenangkan dan edukatif.

“Aku nggak pernah tahu kalau membatik itu ternyata sesulit itu, benar-benar harus hati-hati. Jadi ini bagus sekali dan kita jadi tahu kenapa harga batik itu mahal,” katanya.

Sementara pengunjung lainnya, Yunil Endrik, menilai bahwa berbagai aktivitas interaktif tersebut sangat bermanfaat bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi atau menjadi inspirasi usaha.

"Dan sekarang kan batik juga tidak kaku seperti dulu, bisa diaplikasikan di topi, jaket dan banyak lagi yang lain," tuturnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementrans dukung UMKM di Inacraft 2026, transaksi capai ratusan juta



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026