KSP : Pernyataan Wiranto untuk media abal-abal
Selasa, 7 Mei 2019 17:42 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ditemui di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Selasa (7/5/2019). (Foto: ANTARA/Bayu Prasetyo)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko menjelaskan bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal (Purn) Wiranto terkait penutupan media yang membantu melanggar hukum, ditujukan kepada akun media sosial abal-abal.
"Yang akan dimatikan itu kalau media yang abal-abal itu, dan yang sungguh tidak bertanggung jawab," kata Moeldoko ditemui di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa.
Menurut Moeldoko, terdapat sejumlah akun media sosial yang meresahkan masyarakat melalui sebaran isu.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak salah mengartikan pernyataan Menko Polhukam tersebut.
"Sebenarnya arah dari apa yang dituju oleh Menko Polhukam itu adalah bahwa terhadap akun-akun atau media abal-abal yang sungguh-sungguh meresahkan itu memang perlu dipertimbangkan, dan kita tidak ingin media abal-abal itu menodai media yang sungguh-sungguh bekerja dan berdedikasi untuk bangsa dan negara," ujar Moeldoko.
Sebelumnya, Wiranto pada Senin (6/5/2019) mengatakan akan tegas terhadap penyebar isu sesat di media sosial.
Dia menambahkan penyebar berita bohong, hoaks dan fitnah diamati oleh pemerintah.
Selain itu, dirinya menegaskan pemerintah dapat menutup media yang membantu pelanggaran hukum demi keamanan nasional.
"Yang akan dimatikan itu kalau media yang abal-abal itu, dan yang sungguh tidak bertanggung jawab," kata Moeldoko ditemui di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa.
Menurut Moeldoko, terdapat sejumlah akun media sosial yang meresahkan masyarakat melalui sebaran isu.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak salah mengartikan pernyataan Menko Polhukam tersebut.
"Sebenarnya arah dari apa yang dituju oleh Menko Polhukam itu adalah bahwa terhadap akun-akun atau media abal-abal yang sungguh-sungguh meresahkan itu memang perlu dipertimbangkan, dan kita tidak ingin media abal-abal itu menodai media yang sungguh-sungguh bekerja dan berdedikasi untuk bangsa dan negara," ujar Moeldoko.
Sebelumnya, Wiranto pada Senin (6/5/2019) mengatakan akan tegas terhadap penyebar isu sesat di media sosial.
Dia menambahkan penyebar berita bohong, hoaks dan fitnah diamati oleh pemerintah.
Selain itu, dirinya menegaskan pemerintah dapat menutup media yang membantu pelanggaran hukum demi keamanan nasional.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pupuk Indonesia apresiasi Polres Ngawi berantas penyelewengan pupuk bersubsidi
02 February 2025 16:25 WIB, 2025
Polres Lamsel siagakan Timsus Sikat Rajabasa untuk berantas kasus kejahatan
30 January 2025 16:59 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Dompet Dhuafa, Indosat dan Tokopedia hadirkan sumur bor bagi penyintas banjir di Aceh
14 February 2026 9:55 WIB
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB