"Chocolate Fair" digelar di Brussels
Sabtu, 23 Februari 2019 8:57 WIB
Dokumentasi/Pameran coklat di Paris (lesgrandshotelsparisiens.com)
Brussels, Belgia (Antaranews Lampung) - Edisi ke-6 Chocolate Fair (Le Salon du Chocolat) diluncurkan di Brussels pada Kamis (21/2), kegiatan yang diikuti oleh 130 ahli mengolah coklat, kepala juru masak, pencinta, perancang dan ahli coklat dengan reputasi internasional.
Mereka memamerkan dan berbagi keahlian mengolah coklat dalam berbagai bentuk dalam kegiatan yang direncanakan mengusung tema "Rasa dan alamiah: Alam menawarkan sesuatu yang cocok buat semua".
Berkat gabungan pendidikan, tradisi dan usaha baru "Bean-to-Bar", asal dan manfaat coklat akan diungkapkan dalam kegiatan tersebut kepada masyarakat umum, kata Kantor Berita China, Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.
Kamerun, Ekuador, Peru, Madagaskar dan Republik Dominika berencana menyajikan buat konsumen kesempatan untuk melihat dan memahami asal coklat dan tanah tempatnya tumbuh.
Kecenderungan ke arah produksi yang lebih sehat juga akan menjadi sorotan melalui inovasi terkini dan kegiatan yang dipamerkan, kata Xinhua.
Sebagai bagian dari kewajiban berdermanya, Chocolate Fair berencana membuka pintunya bagi malam pembukaan pada Kamis (21/2), untuk mengumpulkan uang buat Televie, organisasi yang didirikan pada 1989 untuk membiayai penelitian kanker dan leukimia pada orang dewasa dan anak kecil.
Sumbangan penting lain dalam kegiatan tahun ini ialah penekanan pada perpaduan bir dan coklat, dua produk yang paling menjadi lambag dalam kuliner Belgia, tempat bermacam campuran bir dan coklat direncanakan dipertunjukkan.
Beberapa konferensi dan pertemuan meja bundar dengan tema: strategi dan kebijakan yang berkelanjutan bagi industri coklat, kecenderungan dan inovasi di sektor tersebut, bean-to-bar, dan lain-lain direncanakan diselenggarakan buat para profesional, kata Xinhua.
Mereka memamerkan dan berbagi keahlian mengolah coklat dalam berbagai bentuk dalam kegiatan yang direncanakan mengusung tema "Rasa dan alamiah: Alam menawarkan sesuatu yang cocok buat semua".
Berkat gabungan pendidikan, tradisi dan usaha baru "Bean-to-Bar", asal dan manfaat coklat akan diungkapkan dalam kegiatan tersebut kepada masyarakat umum, kata Kantor Berita China, Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.
Kamerun, Ekuador, Peru, Madagaskar dan Republik Dominika berencana menyajikan buat konsumen kesempatan untuk melihat dan memahami asal coklat dan tanah tempatnya tumbuh.
Kecenderungan ke arah produksi yang lebih sehat juga akan menjadi sorotan melalui inovasi terkini dan kegiatan yang dipamerkan, kata Xinhua.
Sebagai bagian dari kewajiban berdermanya, Chocolate Fair berencana membuka pintunya bagi malam pembukaan pada Kamis (21/2), untuk mengumpulkan uang buat Televie, organisasi yang didirikan pada 1989 untuk membiayai penelitian kanker dan leukimia pada orang dewasa dan anak kecil.
Sumbangan penting lain dalam kegiatan tahun ini ialah penekanan pada perpaduan bir dan coklat, dua produk yang paling menjadi lambag dalam kuliner Belgia, tempat bermacam campuran bir dan coklat direncanakan dipertunjukkan.
Beberapa konferensi dan pertemuan meja bundar dengan tema: strategi dan kebijakan yang berkelanjutan bagi industri coklat, kecenderungan dan inovasi di sektor tersebut, bean-to-bar, dan lain-lain direncanakan diselenggarakan buat para profesional, kata Xinhua.
Pewarta : Antara/Xinhua
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sanggar Seni Lampung Ornamen-BPK VII Lampung Bengkulu gelar pameran "Pamer Pamor"
21 November 2025 10:51 WIB
Menekraf ajak masyarakat kunjungi pameran foto ANTARA "Haluan Merah Putih"
30 October 2025 20:48 WIB
40 pengusaha UKM Indonesia ikut pameran House of Handicraft di Tokyo
25 September 2024 19:44 WIB, 2024
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Kelurahan Talang Jawa di Kabupaten OKU kini memiliki wisata kuliner
07 September 2019 5:55 WIB, 2019
Karnaval budaya di NTB pukau delegasi Asia Pacific Geopark Network
01 September 2019 22:36 WIB, 2019