Khofifah ajak PMII jadi pelopor islam damai
Senin, 25 Desember 2017 20:14 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta (Antara Lampung) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus dapat menjadi pelopor Islam Rahmatan lil alamin yaitu Islam yang penuh kasih dan damai.
"Di era globalisasi, PMII dengan ideologi Ahlus-Sunnah wal Jama'ah, (Aswaja) atau Sunni memiliki tugas besar dalam menjaga kedamaian baik intern maupun antar umat beragama," kata Kofifah melalui siaran pers, Jakarta, Senin.
Dia mengatakan aswaja adalah konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, Islam, dan ihsan yang di dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap-sikap selektif, akomodatif, dan integratif.
"Kita tidak hanya memiliki tugas menjaga kedamaian Indonesia, tetapi tugas besar kita adalah menjaga dan memayungi dunia dengan Islam rahmatan lil alamin, yaitu Islam dengan cinta kasih bagi seluruh alam," kata dia.
Khofifah selaku Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar PMII menyampaikan Gus Dur sebagai agamawan sekaligus negarawan dapat menjadi referensi dalam berbagai aspek kehidupan.
"Saya rasa Gus Dur telah memberikan referensi terbaik dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pikiran-pikiran besar Gus Dur harus terus kita gali dan kita implementasikan bersama", kata Khofifah.
Konsep Islam rahmatan lil alamin menjadi penting untuk didesiminasikan kembali sehingga berbagai perselisihan yang bisa mereduksi persaudaran bisa dihindari.
"Maka PMII dapat memberikan teladan dengan saling menghargai antara sesama intern dan antar umat beragama, mengembangkan hidup rukun di tengah beragam perbedaan. Serta menjadikan perbedaan itu bukan sebagai sumber perpecahan melainkan menyadarinya sebagai keragaman, dan rahmat" kata dia.
"Di era globalisasi, PMII dengan ideologi Ahlus-Sunnah wal Jama'ah, (Aswaja) atau Sunni memiliki tugas besar dalam menjaga kedamaian baik intern maupun antar umat beragama," kata Kofifah melalui siaran pers, Jakarta, Senin.
Dia mengatakan aswaja adalah konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, Islam, dan ihsan yang di dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap-sikap selektif, akomodatif, dan integratif.
"Kita tidak hanya memiliki tugas menjaga kedamaian Indonesia, tetapi tugas besar kita adalah menjaga dan memayungi dunia dengan Islam rahmatan lil alamin, yaitu Islam dengan cinta kasih bagi seluruh alam," kata dia.
Khofifah selaku Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar PMII menyampaikan Gus Dur sebagai agamawan sekaligus negarawan dapat menjadi referensi dalam berbagai aspek kehidupan.
"Saya rasa Gus Dur telah memberikan referensi terbaik dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pikiran-pikiran besar Gus Dur harus terus kita gali dan kita implementasikan bersama", kata Khofifah.
Konsep Islam rahmatan lil alamin menjadi penting untuk didesiminasikan kembali sehingga berbagai perselisihan yang bisa mereduksi persaudaran bisa dihindari.
"Maka PMII dapat memberikan teladan dengan saling menghargai antara sesama intern dan antar umat beragama, mengembangkan hidup rukun di tengah beragam perbedaan. Serta menjadikan perbedaan itu bukan sebagai sumber perpecahan melainkan menyadarinya sebagai keragaman, dan rahmat" kata dia.
Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dorong kepedulian sosial, Tol Bakter gelar kegiatan donor darah bagi karyawan
03 February 2026 18:16 WIB
Pemprov Lampung perkuat peran pendamping sosial PKH tingkatkan kesejahteraan
15 January 2026 19:04 WIB
Menteri Imipas pastikan hasil panen raya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial
15 January 2026 16:42 WIB
Perokris PLN Lampung gelar ibadah dan bakti sosial di Wisma Kasih Sejati Metro
13 January 2026 19:10 WIB
Natal Oikoumene Lampung 2025 jadi momentum perkuat keluarga dan kepedulian sosial
06 January 2026 17:22 WIB