Wapres: Terorisme Muncul di Negara Gagal
Sabtu, 23 September 2017 19:31 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (ANTARA/Muhammad Adimaja)
New York (ANTARA Lampung) - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan bahwa terorisme tumbuh di negara-negara gagal karena mereka merasa tidak punya harapan dan banyaknya pengangguran.
"Terorisme dan radikalisme datang dari negara-negara gagal, karena mereka merasa tidak ada harapan. Begitu mudah dijanjikan masuk surga, mereka dengan senang hati melakukannya " katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Columbia New York, Amerika Serikat, Jumat (22/9).
Lebih lanjut Wapres menjelaskan negara-negara gagal tersebut terjadi karena serbuan Amerika Serikat, seperti yang terjadi di Irak, Syuriah, Lebanon dan sebagainya. Munculnya ISIS, tambah Wapres, juga berasal dari negara-negara gagal tersebut.
Wapres juga menjelaskan saat ini di Indonesia telah dilakukan program de-radikalisasi terhadap lebih dadi 10.000 mantan teroris yang dipenjara di 72 penjara di seluruh Indonesia.
"Tidak ada negara yang seperti Indonesia, dengan jumlah penduduk nomor empat di dunia dengan berbagai etnis, suku dan budaya serta tersebar dalam berbagai pulau, tetapi saling menghormati " kata Wapres M Jusuf Kalla.
Menurut Wapres hal itu terjadi karena di Indonesia sejak dahulu hidup dalam harmoni.
"Kami memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda-beda tapi tetap satu," kata Wapres.
Wapres menjelaskan perbedaan agama di Indonesia juga tidak menjadi masalah. Wapres menjelaskan jika mendengar ada beberapa konflik di Indonesia, persoalannya bukan karena agama, tetapi karena kesenjangan, bahkan soal demokrasi atau politik.
Wapres menjelaskan kasus di Poso atau Ambon terjadi konflik justru karena demokrasi. Sebelumnya pemimpin di wilayah tersebut ada harmoni antarumat beragama. Jika kepaka daerahnya Muslim, maka wakilnya non-Muslim. Dan begitu pula sebaliknya.
"Namun tiba-tiba setelah demokrasi, maka pemenang mengambil semua. Pasangan kepala daerah bisa tidak menghiraukan harmoni tersebut, yang mayoritas mengambil semuanya," kata Wapres.
(ANTARA)
"Terorisme dan radikalisme datang dari negara-negara gagal, karena mereka merasa tidak ada harapan. Begitu mudah dijanjikan masuk surga, mereka dengan senang hati melakukannya " katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Columbia New York, Amerika Serikat, Jumat (22/9).
Lebih lanjut Wapres menjelaskan negara-negara gagal tersebut terjadi karena serbuan Amerika Serikat, seperti yang terjadi di Irak, Syuriah, Lebanon dan sebagainya. Munculnya ISIS, tambah Wapres, juga berasal dari negara-negara gagal tersebut.
Wapres juga menjelaskan saat ini di Indonesia telah dilakukan program de-radikalisasi terhadap lebih dadi 10.000 mantan teroris yang dipenjara di 72 penjara di seluruh Indonesia.
"Tidak ada negara yang seperti Indonesia, dengan jumlah penduduk nomor empat di dunia dengan berbagai etnis, suku dan budaya serta tersebar dalam berbagai pulau, tetapi saling menghormati " kata Wapres M Jusuf Kalla.
Menurut Wapres hal itu terjadi karena di Indonesia sejak dahulu hidup dalam harmoni.
"Kami memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda-beda tapi tetap satu," kata Wapres.
Wapres menjelaskan perbedaan agama di Indonesia juga tidak menjadi masalah. Wapres menjelaskan jika mendengar ada beberapa konflik di Indonesia, persoalannya bukan karena agama, tetapi karena kesenjangan, bahkan soal demokrasi atau politik.
Wapres menjelaskan kasus di Poso atau Ambon terjadi konflik justru karena demokrasi. Sebelumnya pemimpin di wilayah tersebut ada harmoni antarumat beragama. Jika kepaka daerahnya Muslim, maka wakilnya non-Muslim. Dan begitu pula sebaliknya.
"Namun tiba-tiba setelah demokrasi, maka pemenang mengambil semua. Pasangan kepala daerah bisa tidak menghiraukan harmoni tersebut, yang mayoritas mengambil semuanya," kata Wapres.
(ANTARA)
Pewarta : Jaka Suryo
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo telepon Mahmoud Abbas ucapkan Idul Fitri, perkuat solidaritas Palestina
24 March 2026 7:35 WIB
Terpopuler - Politik Dan Hukum
Lihat Juga
Kanwil Kemenkum Lampung sosialisasi royalti musik guna perkuat ekosistem kreatif
22 April 2026 18:30 WIB
Bea Cukai gagalkan penyelundupan 36 kg sabu-sabu di Pelabuhan Bakauheni, Lamsel
20 April 2026 20:04 WIB
Kejati Lampung eksekusi uang pengganti Rp7,8 miliar kasus Tipikor Tol Terpeka
16 April 2026 15:52 WIB
Banyak bukti tak relevan, CMNP yakin menang gugatan Rp119 triliun lawan Hary Tanoe
15 April 2026 11:40 WIB