Harga daging sapi naik
Senin, 31 Oktober 2016 12:07 WIB
Daging sapi (ist)
Bandarlampung (Antara Lampung)- Sejumlah pedagang daging sapi di Kota Bandarlampung memyebutkan harga kebutuhan pokok itu mulai pekan lalu telah naik tipis meski permintaan atas daging tidak mengalami peningkatan.
"Harga sapi naik tipis sehingga berdampak pada kenaikan harga daging," kata Andre, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Lelang Bandarlampung, Senin.
Ia menyebutkan harga daging sapi kini berkisar Rp120.000- Rp130.000/kg, sementara sebelumnya hanya sekitar Rp120.000/kg.
"Harga sapi juga naik tipis, dari sebelumnya Rp43.500/kg menjadi Rp43.700/kg," katanya.
Meski demikian, ia memperkirakan harga daging tidak akan naik tinggi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, karena permintaan atas daging cenderung akan stabil.
Selain itu, ia menyebutkan pasokan daging sapi hasil penggemukan cukup lancar, kecuali sapi lokal yang tetap sulit didapatkan.
"Saya menjual daging sapi hasil penggemukan. Sehari bisa terjual daging dari satu sampai dua ekor sapi," katanya.
Pedagang daging sapi lainnya di Kota Bandarlampung juga menyebutkan harga daging umumnya masih bertahan, meski ada yang sudah menaikkan harganya.
Povinsi Lampung merupakan salah satu penyuplai ternak tersebut ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Jawa Barat.
Di Lampung terdapat sebelas "feedloter" atau perusahaan penggemukan sapi potong dengan kapasitas kandang 117.700 ekor.
Berdasarkan data dari Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), stok sapi di Provinsi Lampung pada 2016 mencapai 100.000 ekor atau setara daging segar sebanyak 18.000 ton.
"Harga sapi naik tipis sehingga berdampak pada kenaikan harga daging," kata Andre, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Lelang Bandarlampung, Senin.
Ia menyebutkan harga daging sapi kini berkisar Rp120.000- Rp130.000/kg, sementara sebelumnya hanya sekitar Rp120.000/kg.
"Harga sapi juga naik tipis, dari sebelumnya Rp43.500/kg menjadi Rp43.700/kg," katanya.
Meski demikian, ia memperkirakan harga daging tidak akan naik tinggi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, karena permintaan atas daging cenderung akan stabil.
Selain itu, ia menyebutkan pasokan daging sapi hasil penggemukan cukup lancar, kecuali sapi lokal yang tetap sulit didapatkan.
"Saya menjual daging sapi hasil penggemukan. Sehari bisa terjual daging dari satu sampai dua ekor sapi," katanya.
Pedagang daging sapi lainnya di Kota Bandarlampung juga menyebutkan harga daging umumnya masih bertahan, meski ada yang sudah menaikkan harganya.
Povinsi Lampung merupakan salah satu penyuplai ternak tersebut ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Jawa Barat.
Di Lampung terdapat sebelas "feedloter" atau perusahaan penggemukan sapi potong dengan kapasitas kandang 117.700 ekor.
Berdasarkan data dari Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), stok sapi di Provinsi Lampung pada 2016 mencapai 100.000 ekor atau setara daging segar sebanyak 18.000 ton.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Karantina musnahkan tiga ton daging ayam ilegal di Bakauheni Lampung
01 September 2025 16:36 WIB, 2025
Bapanas catat harga cabai rawit Rp65.880/kg dan bawang merah Rp42.629/kg
09 July 2025 11:12 WIB, 2025
Dompet Dhuafa bersama PT POS Properti Indonesia salurkan daging kurban di NTT
17 June 2025 10:13 WIB, 2025
Terpopuler - Riil
Lihat Juga
Waykanan-Mesuji ditawarkan sebagai tempat industri gula kepada Taiwan
15 January 2019 18:00 WIB, 2019
Penerbangan Internasional Perdana Melalui Bandara Raden Inten II Pada Februari
11 January 2019 18:18 WIB, 2019