Ekspor Biji Kopi Arabika Lampung Naik
Senin, 14 Maret 2016 17:17 WIB
Biji kopi yang sudah melalui proses pemanggangan. (ANTARA News/Maryati)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Realisasi ekspor biji kopi arabika asal Provinsi Lampung selama Februari 2016 sebanyak 90,3 ton senilai 365.423 dolar Amerika Serikat atau naik bila dibandingkan Januari.
"Jumlah itu lebih banyak bila dibandingkan Januari 2016 yang terealisasi sebesar 18 ton dengan nilai 99.000 dolar Amerika Serikat," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia di Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, ekspor biji kopi arabika itu fluktuatif mengingat produksinya sedikit dibandingkan dengan biji kopi robusta, mengingat budi daya kopi arabika di Lampung berada di kawasan dataran tinggi, yakni Kabupaten Lampung Barat.
Ferynia mengatakan bahwa Provinsi Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Tanah Air dengan rata-rata produksi sekitar 100.000 ton per tahun.
Sehingga kata dia, ekspor biji kopi robusta asal Lampung cukup besar dan menghasilkan devisa jutaan dolar AS setiap bulannya.
Sementara, realisasi ekspor produk industri kopi instan asal Provinsi Lampung selama Februari 2016 mencapai 66 ton senilai 588.000 dolar atau turun tipis bila dibandingkan bulan sebelumnya.
"Jumlah itu turun tipis dibandingkan eskpor Januari yang mencapai 588.411 dolar Amerika Serikat, dengan volume 67 ton," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung itu.
Ia menyebutkan, ekspor kopi instan itu hampir sama mengingat berdasarkan data ekspor menunjukkan kontrak perjanjain antara pengekspor ke pembeli di luar negeri sebesar itu di bulan Februari.
Ekspor kopi instan asal Lampung itu, lanjutnya, masih terus berlangung mengingat daerah ini sebagai pengasil kopi robusta, dan juga produsen untuk kopi kemasan.
Ia menyebutkan, kendati tidak sebanyak ekspor biji kopi, namun beberapa negara merupakan negara tujuan, seperti Vietnam dan Singapura.
Ferynia menambahkan, beberapa negara lain seperti di Timur Tengah maupun Uni Eropa juga menjadi tujuan ekspor kopi instan asal Lampung.(Ant)
"Jumlah itu lebih banyak bila dibandingkan Januari 2016 yang terealisasi sebesar 18 ton dengan nilai 99.000 dolar Amerika Serikat," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia di Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, ekspor biji kopi arabika itu fluktuatif mengingat produksinya sedikit dibandingkan dengan biji kopi robusta, mengingat budi daya kopi arabika di Lampung berada di kawasan dataran tinggi, yakni Kabupaten Lampung Barat.
Ferynia mengatakan bahwa Provinsi Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Tanah Air dengan rata-rata produksi sekitar 100.000 ton per tahun.
Sehingga kata dia, ekspor biji kopi robusta asal Lampung cukup besar dan menghasilkan devisa jutaan dolar AS setiap bulannya.
Sementara, realisasi ekspor produk industri kopi instan asal Provinsi Lampung selama Februari 2016 mencapai 66 ton senilai 588.000 dolar atau turun tipis bila dibandingkan bulan sebelumnya.
"Jumlah itu turun tipis dibandingkan eskpor Januari yang mencapai 588.411 dolar Amerika Serikat, dengan volume 67 ton," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung itu.
Ia menyebutkan, ekspor kopi instan itu hampir sama mengingat berdasarkan data ekspor menunjukkan kontrak perjanjain antara pengekspor ke pembeli di luar negeri sebesar itu di bulan Februari.
Ekspor kopi instan asal Lampung itu, lanjutnya, masih terus berlangung mengingat daerah ini sebagai pengasil kopi robusta, dan juga produsen untuk kopi kemasan.
Ia menyebutkan, kendati tidak sebanyak ekspor biji kopi, namun beberapa negara merupakan negara tujuan, seperti Vietnam dan Singapura.
Ferynia menambahkan, beberapa negara lain seperti di Timur Tengah maupun Uni Eropa juga menjadi tujuan ekspor kopi instan asal Lampung.(Ant)
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa UGM teliti biji salak serta kulit jeruk sebagai obat kanker
13 September 2024 5:32 WIB, 2024
Petani sebut harga biji kopi robusta di Lampung tembus Rp70.000 per kilogram
22 July 2024 19:16 WIB, 2024