Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Nasionalisme yang mulai memudar harus ditangkal dengan sejumlah upaya, salah satunya melalui pemahaman dan penguatan kearifan lokal bagi generasi muda, kata Ketua Komisi Informasi (KI) Lampung, Juniardi.

"Kemajuan teknologi, termasuk televisi, internet dan alat komunikasi di satu sisi mempermudah hidup manusia, namun di sisi lain secara perlahan dapat mengikis nasionalisme," ujar dia, di Bandarlampung, Sabtu.

Menurut dia, saat ini perkembangan seni, budaya dan teknologi semestinya menjadi sebuah tantangan tersendiri, misalnya munculnya sineas-sineas muda yang menghasilkan film-film bernafaskan nasionalisme.

"Semangat nasionalisme ke-Indonesiaan yang harusnya mengalir dalam darah setiap warga Indonesia dimanapun berkarya dan sebagai apapun. Bagi masyarakat, gunakan dan utamakan produk buatan dalam negeri apalagi nanti menjelang Asean Free Trade Area (AFTA) akan banyak produk luar negeri yang dengan mudah masuk ke Indonesia," katanya mengharapkan.

Sebagai generasi muda, demikian Juniardi melanjutkan, wajib Lebih mencintai dan melestarikan budaya-budaya nasional.  

"Dan untuk mereka yang bergerak dalam bidang politik maupun pemerintahan, berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Hentikan praktek-praktek korupsi, karena yang dirampas itulah uang negara, uang masyarakat," imbaunya.

Beberapa kearifan lokal yang ada di Indonesia harus dipertahankan mengingat masih relevan dengan zaman sekarang. Misalnya Piil Pesenggiri untuk masyarakat Lampung yang menurut sejumlah literatur berasal dari fiil, bahasa Arab yang artinya perilaku, dan pesenggiri ialah bermoral tinggi, berjiwa besar, tahu diri, tahu hak dan kewajiban.

"Termasuk keraifan lokal yang lain, seperti menghormati tamu, bekerja keras, memupuk persaudaraan, dan meningkatkan kualitas diri. Kearifan lokal ini harus semakin dikembangkan menjadi nilai-nilai yang dianut masyarakat dan diwariskan kepada generasi muda di Lampung.

Jangan sampai hilang tergerus modernisasi. Tugas kita semua, baik sebagai orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat bahkan para politisi untuk mengembangkannya," tuturnya.

Nilai-nilai kearifan lokal juga sangat efektif dalam mencegah terjadinya konflik horizontal yang kerap terjadi karena persinggungan hal-hal kecil yang seharusnya dapat dicegah, demikian  Ketua KI Lampung, Juniardi.