Pedagang Bakso Keluhkan Daging Sapi Langka
Selasa, 20 November 2012 11:29 WIB
Ilustrasi pedagang daging sapi (ANTARA/Regina Safri)
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Pedagang bakso mengeluhkan daging sapi potong sulit didapatkan di pasaran sehingga berdampak pada omzet penjualannya.
"Saya keliling mencari daging untuk membuat bakso pesanan konsumen, tapi langganan tempat saya biasa beli tidak berdagang bahkan satu tempat yang semuanya menjual daging potong kini lengang," kata Zul (28) pedagang bakso musiman, di Bandarlampung, Selasa.
Biasanya persediaan daging sapi potong melimpah di pasaran, namun kini sebagian besar pedagang tidak berjualan lantaran tidak mendapatkan stok daging sapi, kalaupun ada harganya sangat tinggi.
"Terpaksa saya mencari di tempat lain, syukurnya di daerah Wayhalim, deket rel kereta api ada penjual daging sapi potong," ujarnya.
Mungkin, tambah dia, itulah satu-satunya penjual daging sapi potong yang menyediakan daging untuk konsumen.
"Itu juga dia menjualnya tak terlalu berani terang-terangan, mungkin ada kekhawatiran mendapat dampak amukan dari pedagang daging potong lainnya," kata Zul.
Ia mengatakan, harga daging sapi potong melonjak naik, biasanya harga daging sapi potong paling mahal Rp75 ribu/kg, kini ia harus membeli daging tersebut untuk kebutuhan usahanya sebesar Rp100 ribu/kg.
"Harga daging potong sapi lokal dan daging impor hanya berselisih Rp5.000 saja," kata dia.
Ia berharap harga daging sapi potong segera stabil, pemerintah harus segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi kelangkaan daging sapi tersebut.
Seluruh pedangang daging sapi potong di sejumlah pasar tradisional di Bandarlampung mogok berjualan, karena harga daging dari pemasok awal sudah naik.
"Saya keliling mencari daging untuk membuat bakso pesanan konsumen, tapi langganan tempat saya biasa beli tidak berdagang bahkan satu tempat yang semuanya menjual daging potong kini lengang," kata Zul (28) pedagang bakso musiman, di Bandarlampung, Selasa.
Biasanya persediaan daging sapi potong melimpah di pasaran, namun kini sebagian besar pedagang tidak berjualan lantaran tidak mendapatkan stok daging sapi, kalaupun ada harganya sangat tinggi.
"Terpaksa saya mencari di tempat lain, syukurnya di daerah Wayhalim, deket rel kereta api ada penjual daging sapi potong," ujarnya.
Mungkin, tambah dia, itulah satu-satunya penjual daging sapi potong yang menyediakan daging untuk konsumen.
"Itu juga dia menjualnya tak terlalu berani terang-terangan, mungkin ada kekhawatiran mendapat dampak amukan dari pedagang daging potong lainnya," kata Zul.
Ia mengatakan, harga daging sapi potong melonjak naik, biasanya harga daging sapi potong paling mahal Rp75 ribu/kg, kini ia harus membeli daging tersebut untuk kebutuhan usahanya sebesar Rp100 ribu/kg.
"Harga daging potong sapi lokal dan daging impor hanya berselisih Rp5.000 saja," kata dia.
Ia berharap harga daging sapi potong segera stabil, pemerintah harus segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi kelangkaan daging sapi tersebut.
Seluruh pedangang daging sapi potong di sejumlah pasar tradisional di Bandarlampung mogok berjualan, karena harga daging dari pemasok awal sudah naik.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Karantina musnahkan tiga ton daging ayam ilegal di Bakauheni Lampung
01 September 2025 16:36 WIB, 2025
Bapanas catat harga cabai rawit Rp65.880/kg dan bawang merah Rp42.629/kg
09 July 2025 11:12 WIB, 2025
Dompet Dhuafa bersama PT POS Properti Indonesia salurkan daging kurban di NTT
17 June 2025 10:13 WIB, 2025
Terpopuler - Riil
Lihat Juga
Waykanan-Mesuji ditawarkan sebagai tempat industri gula kepada Taiwan
15 January 2019 18:00 WIB, 2019
Penerbangan Internasional Perdana Melalui Bandara Raden Inten II Pada Februari
11 January 2019 18:18 WIB, 2019