Logo Header Antaranews Lampung

BPS: Sensus Ekonomi 2026 di Lampung Barat melibatkan 326 petugas

Rabu, 3 Juni 2026 06:25 WIB
Image Print
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Kepala BPS Lampung Barat, Shista Virgo Winata saat melakukan penyematan atribut berupa rompi dan kartu identitas kepada petugas lapangan SE2026. ANTARA/HO/Kominfo Lampung Barat
Hari ini kita tidak sekadar mencanangkan Sensus Ekonomi 2026

Lampung Barat (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Barat mengerahkan sebanyak 326 petugas lapangan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah tersebut.Kepala BPS Lampung Barat, Shista Virgo Winata saat dihubungi dari Lampung Selatan Selasa.

Dia mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap yang dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha di Indonesia.

"Hari ini kita tidak sekadar mencanangkan Sensus Ekonomi 2026. Hari ini kita memulai sebuah kerja besar untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi Kabupaten Lampung Barat dibangun di atas data yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Shista Virgo Winata.

Menurutnya, hasil sensus nantinya menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam memahami struktur ekonomi daerah, melihat potensi yang dimiliki, mengenali tantangan yang dihadapi, hingga menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.

Dirinya menegaskan, data bukan hanya sekadar angka, melainkan fondasi dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan daerah.

"Di balik setiap angka terdapat keputusan, di balik keputusan terdapat program, dan di balik program terdapat kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami ingin memastikan seluruh potensi ekonomi Lampung Barat tercatat dengan baik," ucapnya.

Oleh karena itu, dia juga mengajak seluruh pelaku usaha, termasuk perbankan dan UMKM, untuk memberikan data yang lengkap, benar, dan akurat kepada petugas sensus.

Tidak hanya itu, ia memastikan seluruh data responden dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-undang Statistik dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

"Kami menjamin data yang diberikan tidak dipublikasikan secara individu, tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun pemeriksaan usaha. Kepercayaan masyarakat akan kami jaga dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Menurut dia, sebelum terjun di lapangan, para petugas tersebut akan mengikuti pelatihan di Bandarlampung yang dibagi dalam dua gelombang, yakni pada 6 Juni 2026 untuk gelombang pertama dan 9 Juni 2026 untuk gelombang kedua.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026