Logo Header Antaranews Lampung

Dompet Dhuafa targetkan sasar 2 juta penerima manfaat daging kurban

Selasa, 5 Mei 2026 18:47 WIB
Image Print
Kurbanaval 2026 bertajuk “Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu” di Cibis Park, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (02/05/2026). FOTO ANTARA/HO-DOMPET DHUAFA.

Jakarta (ANTARA) - Dompet Dhuafa pada tahun 2026 akan mendistribusikan daging kurban ke 102 kabupaten/kota serta 788 desa dengan melibatkan 48 mitra peternak serta mensasar 2 juta penerima manfaat.

Kurban Dompet Dhuafa pada tahun ini juga akan menyasar tujuh negara dengan melibatkan tiga mitra global, untuk sebaran meliputi Myanmar, Somalia, Palestina, Suriah, Libanon, Jordania dan Sudan.

Pada acara Kurbanaval 2026 bertajuk “Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu” di Cibis Park, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (02/05/2026), turut hadir Indro Warkop (publik figur), Ahmad Juwaini Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Elang MV Motovloger, Ali Bastoni Ketua Kurban 1447 H Dompet Dhuafa. Hadir pula Damara De yang tampil untuk menghibur masyarakat.

Tidak hanya itu, berbagai komunitas otomotif juga meramaikan acara hingga malam.

“Sejak 1994, perjalanan Dompet Dhuafa menyalurkan kurban terus tumbuh. Dari ratusan hewan hingga kini telah menjangkau pelosok negeri bahkan luar negeri. Bukan sekadar distribusi, tapi tentang menguatkan peternak, menciptakan senyuman hingga kebermanfaatan bagi pekurban, peternaknya hingga penerima manfaatnya. Lebih dari tiga dekade berlalu, yang dijaga tetap sama: amanah, transparansi, dan kebermanfaatan. Dan semua ini, terjadi karena kebaikan Anda”, ujar Ahmad Juwaini selaku Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Kurban Dompet Dhuafa menerapkan Quality Control (QC) yang ketat untuk menjamin kelayakan hewan kurban, yang meliputi 5 parameter utama dari bobot hidup hewan sesuai standar, kesehatan dan fisik hewan yang prima, usia hewan yang cukup secara syar'i, pelaksanaan pemotongan yang higienis/syar'i, serta distribusi tepat sasaran.

Ahmad Juwaini juga menambahkan bahwa kurban Dompet Dhuafa selain ke pelosok negeri, juga menyasar wilayah luar negeri. Negara-negara seperti Myanmar, Somalia, Palestina, Suriah, Libanon, Jordania dan Sudan.

"Di sana banyak saudara kita saat merayakan hari besar kali ini tidak dalam kondisi yang mudah. Kemudian pangan terbatas, konflik belum usai, dan harapan yang terus diuji. Kurban yang kita tunaikan mungkin sederhana bagi kita pribadi. Tetapi bagi saudara-saudara yang tengah berada di situasi konflik, kurban bisa menjadi kebahagiaan yang lama dirindukan. Misi kurban yang Dompet Dhuafa hadirkan bukan sekadar tentang daging yang dibagikan, tapi ini juga tentang hadirnya rasa peduli. Tentang hangatnya persaudaraan yang melintasi batas negara. Tentang pesan bahwa mereka tidak sendiri," ujar Ahmad Juwani.

Di kurban kali ini Dompet Dhuafa menghadirkan layanan Kurban Express (jual langsung) sebagai bagian dari The Kurban Series. Program tersebut dirancang untuk memudahkan pekurban dalam menunaikan ibadah kurban dengan proses yang lebih praktis, cepat, dan tetap sesuai syariat melalui pengantaran hewan kurban berkualitas secara langsung.

“Melalui Kurban Express, Dompet Dhuafa dapat menjadi mitra penyedian hewan kurban yang akan didistribusikan secara langsung oleh mitra seperti individu, komunitas, masjid, sekolah, maupun perusahaan, khususnya di wilayah Jabodetabek. Dengan layanan ini, pekurban tidak hanya mendapatkan kemudahan akses dan efisiensi waktu, tetapi juga memastikan hewan yang diterima dalam kondisi sehat, terawat, dan siap untuk ditunaikan sesuai ketentuan ibadah kurban,” ujar Ahmad Juwaini lagi.

Sementara itu Ali Bastoni menambahkan, program kurban Dompet Dhuafa kemabli menargetkan penerima manfaat baik dari hulu maupun hilir. Di hulu, kurban 1447 H Dompet Dhuafa merangkul para peternak binaan dan mitra Dompet Dhuafa sebagai penerima manfaat dibidang peternakan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pendampingan yang intensif, harapannya dapat menumbuhkan jumlah peternak mandiri.

Sementara di hilir, kurban berkomitmen mendistribusikan hingga pelosok Indonesia dan ke luar negeri. Komitmen tersebut merupakan bagian dari Dompet Dhuafa dalam meratakan konsumsi daging di masyarakat pada kalangan menengah ke bawah, khususnya wilayah minus pasokan daging kurban.

Di sisi lain, Indro ‘Warkop’ mengungkapkan ketertarikan bergabung untuk kurban di Dompet Dhuafa dimulai jauh sebelum sang istri wafat pada tahun 2018. Dompet Dhuafa menjadi jawaban atas rasa tidak aman yang sering dialami masyarakat perkotaan terkait ketepatan sasaran distribusi kurban.

“Banyak di Jakarta dan kota-kota besar, khususnya di komplek-komplek elit justru seringkali mendapatkan jatah hewan kurban yang tercukupi bahkan lebih, sementara banyak daerah yang lain jauh lebih membutuhkan," katanya.

BERITA KERJA SAMA



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026