Logo Header Antaranews Lampung

Tim SAR gabungan cari nelayan hilang karena kecelakaan laut di Lamsel

Selasa, 5 Mei 2026 20:13 WIB
Image Print
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap nelayan korban kecelakaan kapal di perairan Lampung Selatan. ANTARA/Riadi Gunawan
Kami menerima laporan pada pagi hari dan langsung mengerahkan tim

Lampung Selatan (ANTARA) - Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap nelayan bernama Ajum (52) warga Pandeglang, Banten yang hilang setelah kecelakaan KM Bima Suci ditabrak kapal kargo di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) pada Selasa dini hari.

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara di Kalianda Selasa, mengatakan nelayan tersebut hilang setelah perahu yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di jalur perairan yang cukup padat aktivitas kapal.

“Kami menerima laporan pada pagi hari dan langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian,” kata dia.

Menurutnya, pencarian melibatkan personel dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta nelayan setempat. Tim menyisir area sekitar titik terakhir korban terlihat dengan menggunakan perahu karet dan kapal patroli.

“Kondisi cuaca dan arus menjadi tantangan dalam proses pencarian, namun upaya terus dilakukan secara maksimal,” ucapnya.

Ia menjelaskan berdasarkan informasi sementara, kecelakaan terjadi saat perahu nelayan diduga mengalami benturan dengan kapal kargo yang sedang melintas di perairan tersebut.

“Kronologi kejadian itu bermula pada tanggal 4 Mei 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, KM Bima Suci pergi untuk mencari ikan di perairan Merak Belantung ketika dalam perjalanan, pada tanggal 5 Mei 2026 pukul 03.00 kapal mereka ditabrak oleh kapal kargo. Dengan total POB, 3 orang dari kecelakaan tersebut selamat dan 1 orang hilang,” ucapnya.

Tim SAR juga telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi untuk membantu pemantauan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut dan memperhatikan faktor keselamatan,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026