
PPIH maksimalkan visitasi dan edukasi guna wujudkan kemandirian ibadah

Tugas daker adalah melakukan pengawasan terhadap program visduk di sektor
Makkah (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memaksimalkan program visitasi dan edukasi (visduk) untuk memastikan seluruh jamaah haji Indonesia mendapatkan bimbingan yang komprehensif guna mewujudkan kemandirian ibadah.
Pelaksana Layanan Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Arief Rahman mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengawasan berjenjang dari tingkat daerah kerja (daker) hingga ke setiap kloter jamaah.
Daker Makkah yang membawahi 10 sektor dan satu sektor khusus memastikan setiap pembimbing ibadah turun langsung menyapa jamaah.
"Tugas daker adalah melakukan pengawasan terhadap program visduk di sektor. Tujuannya untuk memastikan sejauh mana program-program bimbingan ibadah benar-benar sampai dan dipahami oleh jamaah haji kita," ujar Arief di Makkah, Selasa.
Menurut Arief, materi yang disampaikan dalam visduk komprehensif. Tidak hanya berkutat pada persoalan fikih ibadah haji, edukasi tersebut juga mencakup teknis perjalanan, manajemen jamaah, hingga informasi layanan kesehatan, akomodasi, dan konsumsi. PPIH juga memberikan jaminan layanan prioritas bagi kelompok rentan.
"Kondisi khusus seperti jamaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas harus dipastikan mendapatkan layanan bimbingan ibadah yang setara dan memadai," kata Arief.
Menariknya, keterbatasan ruang di sejumlah hotel tidak menyurutkan langkah PPIH dalam memberikan edukasi. Arief mengapresiasi inisiatif para petugas di sektor yang memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan bimbingan.
"Kapasitas mushola hotel memang berbeda-beda, tapi itu bukan hambatan. Kami memanfaatkan teknologi dengan membuat tautan Zoom atau YouTube. Jadi, selain yang hadir fisik di mushola, jamaah yang sedang beristirahat di kamar tetap bisa mendapatkan layanan edukasi ini," ujar Arief.
Menjelang fase puncak haji atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), materi visduk akan semakin dikerucutkan. Edukasi teknis terkait Armuzna sengaja diberikan mendekati waktu pelaksanaan agar ingatan jamaah tetap segar, termasuk kebijakan nafar awal bagi gelombang pertama.
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengingatkan jamaah untuk menghemat energi jelang wukuf. PPIH melarang jamaah melakukan ziarah ke luar Kota Makkah karena akan menguras tenaga dan waktu, meski ziarah di wilayah dalam Makkah masih ditoleransi.
Terkait pelaksanaan tarwiyah, Arief menegaskan bahwa pemerintah tidak menganjurkan namun juga tidak melarang. Bagi jamaah atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang tetap melaksanakannya secara mandiri melalui kerja sama dengan maktab, PPIH mewajibkan adanya pelaporan.
"Kami sudah menyiapkan formulir yang harus diisi. Intinya harus ada jaminan bahwa ibadah jamaah terjamin, keamanannya terjaga, dan fasilitas dasar seperti makan serta tempat tidur tidak terbengkalai," kata Arief.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PPIH maksimalkan visitasi dan edukasi wujudkan kemandirian ibadah
Pewarta : Citro Atmoko
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
