
Wamenkes RI soroti cakupan imunisasi campak di Lampung belum merata

Selain kasus Tiberkulosis (TBC), kami juga menyoroti kasus campak di Lampung, khususnya terkait cakupan imunisasi yang belum merata
Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus menyoroti cakupan imunisasi campak di Provinsi Lampung yang belum merata.
"Selain kasus Tiberkulosis (TBC), kami juga menyoroti kasus campak di Lampung, khususnya terkait cakupan imunisasi yang belum merata," kata Wamenkes di Bandarlampung, Selasa.
Menurutnya, pemerataan imunisasi memang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam upaya pencegahan penyakit campak. Terlebih memang masih terdapat penolakan dari sejumlah masyarakat terkait imunisasi.
"Tentunya hal ini disebabkan oleh informasi yang tidak benar atau hoaks, tentang imunisasi," kata dia.
Oleh sebab itu, lanjut dia, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna memperkuat edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan campak.
"Jadi nanti kami harap MUI dapat memberikan pemahaman bahwa imunisasi aman dan penting bagi kesehatan anak," kata dia.
Sementara itu Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan penyakit menular di Provinsi Lampung.
"Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkuat langkah strategis, mulai dari peningkatan surveilans penyakit, perluasan cakupan imunisasi, penguatan edukasi masyarakat, hingga kerja sama lintas sektor dan dukungan anggaran kesehatan," kata dia.
Berdasarkan data dari 31 puskesmas di Kota Bandarlampung hingga Maret terdapat sekitar 51 kasus suspek campak pada balita. Sementara itu, laporan dari sejumlah rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, mencatat total hingga 169 kasus suspek, meski belum semuanya dipastikan berasal dari warga Bandarlampung.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenkes soroti cakupan imunisasi di Lampung belum merata
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
