Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung: SDM, hilirisasi dan infrastruktur percepat pembangunan daerah

Jumat, 27 Maret 2026 15:25 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat melaksanakan Musrenbang di Kabupaten Lampung Utara. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Mari kita satukan komitmen untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai mesin pertumbuhan utama pembangunan daerah.

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan hilirisasi, penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan infrastruktur dapat mempercepat pembangunan di berbagai kabupaten di Provinsi Lampung.

"Mari kita satukan komitmen untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai mesin pertumbuhan utama pembangunan daerah. Melalui penguatan sumber daya manusia, hilirisasi komoditas unggulan, dan dukungan infrastruktur yang memadai," ujar Gubernur dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan ketiga hal tersebut menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya wilayah Lampung Utara yang memiliki berbagai potensi pengembangan ekonomi lokal.

"Peningkatan kualitas sumber daya manusia ini menjadi fondasi utama pembangunan. Seperti Kabupaten Lampung Utara memiliki potensi besar di berbagai komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, dan pisang yang perlu dikelola secara optimal. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan produktif agar mampu mengelola potensi tersebut dan meningkatkan nilai tambah bagi petani dan perekonomian daerah," katanya.

Menurut dia, penguatan sumber daya manusia memerlukan dukungan peningkatan layanan kesehatan, serta harus dipastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Selain itu, harus ada relevansi kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas, karena dari situlah lahir sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dan menjawab kebutuhan pembangunan," ujar dia.

Salah satu hal yang dapat mendukung potensi tersebut adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung yang saat ini mencapai 73,98 atau dalam kategori tinggi.

"Capaian ini harus terus kita dorong agar kualitas hidup masyarakat semakin meningkat dari waktu ke waktu," ujar dia.

Selain penguatan sumber daya manusia, penting juga dilakukan penguatan struktur ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah serta memperkuat daya saing produk lokal.

"Hilirisasi menjadi kunci agar komoditas unggulan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi para petani," katanya menambahkan.

Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Infrastruktur yang baik dinilai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Dalam kesempatan ini, ia memaparkan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 79,79 persen pada 2025, dengan jalan Kabupaten Lampung Utara mencapai kisaran 46,67 persen. Khusus ruas jalan provinsi sepanjang 156,328 kilometer di Lampung Utara, tingkat kemantapannya mencapai 93,58 persen.

"Kondisi ini harus terus kita tingkatkan agar konektivitas antar wilayah semakin baik dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengalokasikan anggaran Rp1,98 miliar untuk penanganan jalan desa, Rp40,52 miliar untuk perbaikan 5,39 kilometer jalan provinsi, serta Rp2,1 miliar untuk pembangunan satu jembatan di Lampung Utara.

"Kami berkomitmen terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Gubernur.

Baca juga: Gubernur Lampung sebut pembatas TNWK solusi permanen atasi konflik satwa

Baca juga: Gubernur Lampung minta masjid di ruas Jalinsum buka 24 jam

Baca juga: Gubernur Lampung sebut Idul Fitri jadi momentum kebangkitan bersama



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026