Logo Header Antaranews Lampung

Hingga April, transaksi pasar modal di Lampung mencapai Rp25,03 triliun

Sabtu, 23 Mei 2026 00:16 WIB
Image Print
Ilustrasi- Seorang warga Bandarlampung sedang memperlihatkan salah satu aplikasi investasi saham miliknya. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandarlampung (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menyatakan bahwa transaksi pasar modal di Provinsi Lampung hingga April 2026 mencapai Rp25,03 triliun.

"Transaksi pasar modal di Provinsi Lampung ini tercatat terus mengalami peningkatan, terlihat pada 2023 transaksi pasar modal Rp10,76 triliun lalu meningkat menjadi Rp12,87 triliun pada 2024," ujar Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung Hendi Prayogi di Bandarlampung, Jumat.

Selanjutnya pada 2025 transaksi pasar modal di Provinsi Lampung meningkat menjadi Rp22,51 triliun dan di 2026 tepatnya di Januari hingga April transaksi mencapai Rp25,03 triliun.

"Nilai transaksi tersebut menunjukkan bahwa investor pasar modal di Lampung telah banyak yang mengenal pasar modal. Data profil investor berdasarkan usia, yang paling banyak berinvestasi adalah investor berusia 18-25 tahun dengan persentase 38,4 persen," katanya.

Sedangkan untuk investor usia 26-30 tahun memiliki persentase sebesar 26,3 persen menjadi investor terbanyak kedua. Lalu investor usia 31-40 tahun memiliki persentase 22,2 persen, investor usia 41-100 tahun 13,1 persen.

"Untuk sebaran investor pasar modal di Lampung paling banyak ada di Kota Bandarlampung dengan persentase 28 persen, lalu Kabupaten Lampung Tengah 13 persen, Lampung Selatan 11 persen," ucap dia.

Kemudian Lampung Timur sembilan persen, Lampung Utara tujuh persen, Tanggamus enam persen, Waykanan, Tulang Bawang, Pesawaran, Pringsewu masing-masing empat persen, Mesuji dan Tulang Bawang Barat masing-masing dua persen, dan yang terendah adalah Pesisir Barat hanya satu persen.

"Dari nilai transaksi itu, jumlah investor pasar modal mencapai 673.737 orang investor, dan ini diharapkan terus meningkat dan mendukung pertumbuhan ekonomi," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026