
Polda Lampung terapkan "Patroli QR Janji Jaga" di seluruh polres

Kapolda Lampung menilai inovasi Patroli QR Janji Jaga ini sangat baik dan efektif
Bandarlampung (ANTARA) - Polda Lampung mulai merevitalisasi sistem patroli kepolisian melalui penerapan patroli berbasis barcode atau QR Code sebagai bagian dari transformasi menuju pola pengamanan berbasis data (data-driven policing) yang lebih presisi, terukur, dan transparan.Inovasi bertajuk “Patroli QR Janji Jaga” .
QR Code diinisiasi Polresta Bandarlampung tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan pengawasan patroli sekaligus menekan angka kriminalitas melalui pola patroli yang lebih tepat sasaran.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan Kapolda Lampung memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut dan menilai sistem patroli berbasis barcode efektif diterapkan untuk mendukung tugas kepolisian di lapangan.
“Kapolda Lampung menilai inovasi Patroli QR Janji Jaga ini sangat baik dan efektif dalam mendukung kegiatan patroli personel karena seluruh aktivitas patroli dapat termonitor secara real time dan berbasis data,” kata Yuni di Bandarlampung, Senin.
Menurut dia, sistem tersebut menjadi bentuk transformasi patroli konvensional menuju patroli modern yang mengedepankan teknologi dan analisis kerawanan wilayah.
Dalam penerapannya, sistem Patroli QR Janji Jaga mengintegrasikan teknologi GPS geofencing dan pemindaian QR Code di titik-titik rawan kriminalitas sehingga keberadaan personel patroli dapat tervalidasi langsung sesuai lokasi dan waktu patroli.
"Dengan sistem ini, patroli tidak lagi sekadar formalitas kehadiran, tetapi benar-benar terukur, akuntabel, dan dapat diawasi langsung oleh pimpinan,” ujarnya.
Selain itu, seluruh data patroli terhubung langsung dengan dashboard pengendalian yang memungkinkan pimpinan memonitor statistik patroli, aktivitas personel, hingga perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara cepat dan transparan.
Sistem tersebut juga dilengkapi fitur survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) serta layanan pengaduan digital “Lapor Pak” yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan maupun penilaian terhadap pelayanan kepolisian secara langsung dan anonim.
Yuni mengatakan Kapolda Lampung telah memerintahkan seluruh polres jajaran di wilayah hukum Polda Lampung untuk mulai menerapkan pola patroli berbasis barcode sejak inovasi tersebut diluncurkan pada November 2025 sebagai bagian dari penguatan pelayanan kepolisian modern.
Ia menambahkan penerapan sistem itu diharapkan mampu meningkatkan efektivitas patroli sekaligus memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat.
“Harapannya patroli semakin tepat sasaran, responsif terhadap potensi gangguan kamtibmas, dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi di lapangan,” kata dia.
Pewarta : Ardiansyah
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
