Logo Header Antaranews Lampung

Penyaluran pembiayaan UMKM di Lampung mencapai Rp2,72 triliun

Sabtu, 23 Mei 2026 00:15 WIB
Image Print
Ilustrasi- Pelaku UMKM makanan di Lampung sedang melakukan produksi di rumah produksi. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyatakan bahwa penyaluran pembiayaan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Lampung telah mencapai Rp2,72 triliun.

"Pusat Investasi Pemerintah (PIP) merupakan badan layanan di bawah Kementerian Keuangan yang ditugaskan mengelola dana pembiayaan UMKM. Dan secara nasional penyaluran pembiayaan UMKM telah mencapai Rp64,17 triliun dengan total debitur 14,78 juta orang," ujar Kepala Divisi Penyaluran Pembiayaan II Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Atik Dwi Utami di Bandarlampung, Jumat.

Ia melanjutkan untuk penyaluran pembiayaan UMKM di wilayah Provinsi Lampung total mencapai Rp2,72 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 593.929 orang.

"Provinsi Lampung memiliki persentase 1,5 persen dari posisi penyaluran nasional, dengan 11 penyalur yang terlibat dalam menyalurkan pembiayaan bagi UMKM," katanya.

Dia menjelaskan penyalur dengan debitur terbanyak itu berasal dari PT PNM dengan jumlah debitur 559.798 orang, PT BAV sebanyak 26.724 debitur, PT Pegadaian 6.270 debitur, dan untuk penyalur lokal yakni Koperasi Jasa LKM Mandiri Sejahtera Rajabasa menyalurkan ke 64 debitur.

"Pembiayaan UMKM ini bertujuan menyediakan skema, produk dan program yang menjangkau pelaku UMKM yang belum terlayani dan memperkuat program pemberdayaan. Segmen sasaran yakni melayani pelaku usaha UMKM dengan prioritas segmen mikro, dan melayani perorangan dan badan usaha," ucap dia.

Kemudian kanal penyalurannya dapat melalui penyalur berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan melalui penyalur berbentuk lembaga non Lembaga jasa keuangan.

"Produk dan plafon untuk pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sampai dengan Rp20 juta per orang, UMi Pro yang berasal dari sumber dana selain hibah Rp20 juta-Rp100 juta, dan UMi Pro dari sumber dana hibah Rp20 juta-Rp200 juta. Dan di sini akan dilakukan pendampingan oleh penyalur dan ada program pemberdayaan dengan kerja sama bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, NGO, BUMN, BUMD dan berbagai pihak," tambahnya.

Menurut dia, pemberdayaan yang dilakukan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah menjangkau 11.103 debitur atau UMKM dengan jenis memberikan pelatihan teknis usaha atau produksi, pelatihan pembukuan keuangan usaha, branding produk, pemasaran daring.

Kemudian membantu promosi atau pemasaran produk, kemudian melakukan inkubasi usaha pada aspek pemenuhan legalitas, peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, pengelolaan keuangan dan pemasaran.

"Total pendamping itu mencapai 1.924 orang, diharapkan penyaluran pembiayaan UMKM salah satunya melalui Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dapat semakin meluas dan berdampak positif bagi masyarakat," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026