Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Lampung tangani empat titik longsor Ruas Simpang Umbar--Putih Doh

Jumat, 27 Februari 2026 12:59 WIB
Image Print
Perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak longsor di Ruas Jalan Simpang Umbar-Putih Doh Kabupaten Tanggamus. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Jalur ini merupakan salah satu jalan yang menjadi penyangga ekonomi maupun pariwisata masyarakat di kabupaten Tanggamus

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan penanganan darurat di empat titik infrastruktur jalan yang terdampak longsor di Ruas Jalan Simpang Umbar-Putih Doh, Kabupaten Tanggamus.

"Jalur ini merupakan salah satu jalan yang menjadi penyangga ekonomi maupun pariwisata masyarakat di kabupaten Tanggamus, karena jalur ini banyak menghubungkan masyarakat dengan destinasi wisata seperti Teluk Kiluan, maupun Pantai Gigi Hiu," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) segera melakukan langkah percepatan perbaikan di lokasi terdampak longsor, sebelumnya diketahui telah terjadi bencana longsor yang terjadi pada awal Februari 2026 yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan mengakibatkan struktur tanah di tepi jurang menjadi tidak stabil.

"Kami ingin memastikan pemulihan akses berjalan optimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Sebab perbaikan pada ruas ini merupakan prioritas utama mengingat urgensinya bagi mobilitas wilayah pesisir," katanya.

Terdapat empat titik longsor yang saat ini sedang ditangani, katanya menjelaskan.

Dan dari rencana pengerjaan 10 trap atau terrace, saat ini telah diselesaikan sebanyak lima trap. Pemerintah Provinsi Lampung pun menargetkan lima trap yang belum terselesaikan pada empat titik perbaikan tersebut akan selesai dalam waktu satu bulan ke depan.

"Ruas jalan Simpang Umbar-Putih Doh sebenarnya baru saja selesai direkonstruksi pada September 2025 lalu. Namun, faktor alam menuntut adanya penanganan darurat tambahan demi menjaga keselamatan pengguna jalan," ujar dia.

Ia melanjutkan berharap, normalisasi jalan tersebut dapat segera memulihkan aktivitas warga. Penanganan cepat itu diharapkan mampu menjaga konektivitas antar wilayah serta memastikan keamanan bagi warga maupun wisatawan yang melintasi jalur pesisir Kabupaten Tanggamus.

Secara teknis, penanganan difokuskan pada STA/kilometer 20 dengan menerapkan metode drainase lereng dan penguatan struktur. Langkah-langkah yang diambil meliputi pemasangan buis beton yang berfungsi sebagai saluran drainase lereng untuk mengurangi tekanan air tanah, lalu pembangunan struktur penahan yakni dengan penguatan lereng guna menjaga kestabilan konstruksi dan mencegah longsor susulan.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026