
Belangiran bisa menjadi event nasional untuk tarik wisatawan ke Lampung

Belangiran ini bisa masuk kalender pariwisata nasional. Karena merupakan tradisi adat Lampung yang sudah turun menurun.
Bandar Lampung (ANTARA) - Ketua Umum Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Rycko Menoza mengajak seluruh pengurus untuk bisa melestarikan kebudayaan Lampung, salah satunya yaitu Belangiran yang bisa dijadikan event nasional untuk menarik wisatawan.
Belangiran adalah tradisi adat Lampung berupa ritual mandi suci bersama di sungai atau tempat pemandian khusus untuk membersihkan diri secara jasmani dan rohani menjelang bulan suci Ramadhan.
"Belangiran ini bisa masuk kalender pariwisata nasional. Karena merupakan tradisi adat Lampung yang sudah turun menurun. Jadi sangat cocok bila masuk kalender nasional, pasti banyak wisatawan nasional, internasional yang datang untuk ingin mengerti dan memahami tentang adat Lampung," kata Rycko Menoza di Bandarlampung, Senin.
Menurut Rycko, acara Belangiran biasanya diadakan sebelum Ramadhan serta dilaksanakan di tempat air mengalir serta diikuti oleh masyarakat sekitar atau tamu undangan yang hadir.
Kegiatan ini, lanjut dia, merupakan budaya yang harus dijaga dengan baik akan melahirkan identitas daerah yang kuat. Dari identitas itu tumbuh rasa percaya diri, persatuan, dan semangat membangun daerah dengan tetap berakar pada kearifan lokal.
Selain itu, anggota DPR RI Komisi VII ini menambahkan Belangiran dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memasuki Ramadhan dengan perasaan lebih lapang dan semangat kebersamaan yang semakin erat.
"Bila acara Belangiran masuk ke dalam kalender acara nasional kharisma event nusantara, dapat memperkuat promosi pariwisata Lampung. Mengapa tidak kita angkat tradisi Belangiran ini? Saya kira ini salah satu yang bisa dikenal secara nasional bahkan mancanegara," ungkapnya.
Rycko juga memastikan Belangiran merupakan tradisi masyarakat Lampung yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurut dia, tradisi Belangiran memiliki makna mendalam karena tidak hanya mempererat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat hubungan antar sesama dalam masyarakat.
Ia menilai tradisi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya. Dengan pengemasan yang tepat, Belangiran dapat menjadi atraksi yang inklusif dan menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Selain menonjolkan nilai sakral penyucian diri menjelang Ramadhan, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyajikan berbagai kuliner khas Lampung untuk memperkenalkan potensi lokal kepada tamu domestik maupun mancanegara.
Baca juga: MPAL sarankan kewajiban sehari berbahasa Lampung untuk jaga warisan leluhur
Baca juga: Anggota DPR dukung tradisi Blangikhan jadi agenda nasional tahunan
Baca juga: Rycko Menoza: Pewaris adat yang membawa harapan baru untuk budaya Lampung
Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
