Logo Header Antaranews Lampung

Balai Veteriner Lampung minta peternak kendalikan PMK dari kandang

Kamis, 26 Maret 2026 08:47 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pemeriksaan penyakit mulut dan kuku hewan ternak sapi di Lampung. ANTARA/HO-Distan Bandarlampung
Kami minta peternak untuk tetap tenang dan disiplin dalam menerapkan langkah pengendalian di kandang, segera melaporkan kasus, melakukan isolasi ternak sakit, serta membatasi lalu lintas ternak.

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Veteriner (BVet) Lampung mengimbau peternak di Kabupaten Lampung Timur menerapkan langkah pengendalian di kandang guna mencegah penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK).

"Kami minta peternak untuk tetap tenang dan disiplin dalam menerapkan langkah pengendalian di kandang, segera melaporkan kasus, melakukan isolasi ternak sakit, serta membatasi lalu lintas ternak. Penerapan biosekuriti secara disiplin menjadi kunci utama,” kata Kepala Balai Veteriner Lampung Suryantana di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyampaikan Balai Veteriner terus memperkuat investigasi epidemiologis dan dukungan teknis guna melakukan pengendalian dan pencegahan PMK di Provinsi Lampung.

"Kami telah melakukan penelusuran kasus, wawancara dengan petugas dan peternak, serta pengambilan sampel pada hewan sakit dan bangkai ternak. Kami juga memperkuat surveilans dan konfirmasi laboratorium untuk memastikan diagnosis serta mempercepat pengendalian,” katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Lampung Anwar Bahri mengatakan di tingkat provinsi, penguatan penanganan kasus PMK dilakukan melalui pendampingan langsung di lapangan.

"Kami terus mendorong percepatan pengendalian secara terkoordinasi. Bersama kabupaten dan kota kami terus melakukan pendampingan di lapangan, termasuk penguatan biosekuriti, percepatan disinfeksi, serta edukasi kepada peternak," kata dia.

Pihaknya juga terus mendorong percepatan vaksinasi sebagai langkah kunci untuk meningkatkan kekebalan ternak dan mencegah penyebaran lebih luas.

"Kami mengajak peternak untuk disiplin menerapkan isolasi ternak sakit, tidak menjual ternak yang terindikasi sakit, serta segera melaporkan jika ada gejala. Dengan kolaborasi yang baik, penanganan akan lebih efektif,” tambahnya.

Baca juga: Pemkab Lamsel perkuat pengendalian penyakit hewan ternak jelang Ramadhan

Baca juga: Pemprov Lampung lakukan edukasi peternak untuk kendalikan kasus PMK

Baca juga: Pemkab Lamsel terima 10 ribu dosis vaksin PMK tahap pertama



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026