Logo Header Antaranews Lampung

Tercecer dari 14 besar, Mario Aji harus mulai Moto2 Prancis dari Q1

Sabtu, 9 Mei 2026 08:03 WIB
Image Print
Pembalap muda Indonesia Mario Suryo Aji menunjukkan helm bermotifkan batik Magetan yang digunakan di ajang Moto2 2026. (ANTARA/HO-Diskominfo Kab Magetan)

Jakarta (ANTARA) - Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji belum menemukan performa terbaiknya pada hari pertama GP Prancis 2026 setelah tercecer di luar 14 besar sesi practice Moto2 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Jumat.

Pembalap Honda Team Asia itu menutup sesi practice di posisi ke-25 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 35,405 detik, terpaut lebih dari satu detik dari pemuncak waktu Izan Guevara yang mencetak 1 menit 34,348 detik.

Hasil tersebut membuat Mario harus memulai perjuangannya dari sesi kualifikasi pertama (Q1) dan gagal mengamankan tiket otomatis ke Q2.

Sempat muncul harapan bagi pembalap asal Magetan, Jawa Timur, itu untuk menembus zona 14 besar setelah memperbaiki catatan waktunya pada menit-menit akhir sesi.

Namun, Mario mengalami kecelakaan tak lama setelah membukukan lap terbaiknya.

Dengan sisa waktu kurang dari lima menit, dia tidak dapat kembali ke lintasan sehingga harus mengakhiri sesi lebih cepat.

Sebelumnya pada latihan bebas pertama (FP1), Mario juga masih kesulitan menemukan ritme dan hanya menempati posisi ke-27 dengan waktu 1 menit 36,445 detik.

Padahal, GP Prancis menjadi momentum yang diharapkan Mario untuk bangkit setelah awal musim yang sulit. Dari empat putaran pertama Moto2 2026, pembalap berusia 22 tahun itu tiga kali gagal finis, termasuk pada balapan terakhir di Jerez.

Sementara itu, Izan Guevara tampil sebagai yang tercepat pada sesi practice setelah unggul tipis atas Celestino Vietti. Kedua pembalap itu konsisten tampil kompetitif sejak FP1.

Barry Baltus melengkapi tiga besar, diikuti Ivan Ortola dan Alonso Lopez.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mario Aji gagal tembus 14 besar, harus mulai Moto2 Prancis dari Q1



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026