Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di daerahnya.
"Indonesia Emas 2045 diyakini menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Namun kekayaan itu tidak serta merta membuat masyarakatnya sejahtera jika kualitas sumber daya manusia masih tertinggal, oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan kualitas pendidikan serta mendorong kesejahteraan guru di daerah," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan peningkatan kualitas pendidikan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan terhadap guru terutama di daerah.
"Saat ini pemerintah tengah melakukan percepatan perbaikan sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga rencana pengembangan Sekolah Terintegrasi. Selain itu pemerintah pusat juga sedang menyiapkan skema penyeragaman pembayaran guru dari TK hingga SMA ini menjadi upaya mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan serta mendorong kesejahteraan guru," katanya.
Dia melanjutkan ada sejumlah tantangan besar dalam perkembangan pendidikan Lampung seperti peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di posisi 26 nasional dan terendah di Sumatera.
"Pendidikan masih menjadi faktor terbesar penurunan IPM, terutama karena biaya sekolah yang masih dirasa mahal. Oleh karena itu komite SMA akan kami hilangkan. Sehingga tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah,” ucap dia.
Dia pun memastikan telah menyiapkan Peraturan Gubernur Lampung untuk memperkuat perlindungan guru di lapangan.
"Kami memahami keluhan guru terkait intimidasi atau oknum tertentu yang mengganggu proses belajar di sekolah. Awal tahun Peraturan Gubernur Lampung untuk perlindungan guru akan selesai. Tidak boleh ada lagi yang mengganggu guru saat mengajar. Sebab saat ini ada 2,2 juta anak sekolah di Lampung. Itu berarti ada 4,4 juta orang tua yang menitipkan masa depan mereka di tangan 170.000 guru,” tambahnya.
