Logo Header Antaranews Lampung

Dinkes Bandarlampung gunakan X-ray untuk deteksi pasien TBC

Kamis, 23 Oktober 2025 19:32 WIB
Image Print
Petugas kesehatan menunjukkan hasil rongtsen toraks paru saat pelaksanaan layanan keliling deteksi tuberkulosis (TBC) di UPT Pukesmas Belawan. ANTARA/Yudi
Kami terus bergerak guna mengentaskan TBC, salah satunya dengan menggunakan teknologi X-ray guna mendeteksi penyakit tersebut

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung menggunakan teknologi X-ray portabel guna mendeteksi pasien mengidap Tuberkulosis (TBC).

"Kami terus bergerak guna mengentaskan TBC, salah satunya dengan menggunakan teknologi X-ray guna mendeteksi penyakit tersebut," kata Kepala Dinkes Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung di Bandarlampung, Kamis.

Dengan memanfaatkan teknologi X-ray portabel, kata dia, tenaga kesehatan turun langsung ke lapangan melakukan deteksi dini, bahkan hingga ke lapas dan lingkungan sekolah.

"Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menekan angka penularan TBC di kota ini dan sejalan dengan target eliminasi TBC secara nasional pada 2030," kata dia.

Dia menyebut banyak kasus TBC yang tidak terdeteksi karena masyarakat menganggap batuk berkepanjangan sebagai hal biasa. Padahal, keterlambatan deteksi dapat memperbesar risiko penularan di lingkungan sekitar.

"Jadi seluruh puskesmas Bandarlampung saat ini telah melaksanakan program nasional Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) sebagai upaya utama menekan penyebaran penyakit TBC," kata dia.

Saat ini, pihak Dinkes tidak hanya menunggu adanya pasien TBC datang ke fasilitas kesehatan yang tersedia, namun tenaga kesehatan akan mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan dahak dan wawancara tentang gejala penyakit itu.

"Bila ditemukan indikasi TBC maka orang tersebut bakal diberikan obat sesuai standar nasional dan diawasi secara ketat agar tidak putus pengobatan," kata dia.

Dia menegaskan seluruh pasien yang menjalani pengobatan TBC bakal dipantau oleh Pengawas Minum Obat (PMO) dari kader atau petugas kesehatan, sehingga mereka benar-benar sembuh setelah menjalani pengobatan rutin.

"Kami juga akan mencatat seluruh proses pengobatan melalui aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) agar lebih transparan dan terukur,” kata Muhtadi.

Baca juga: Petugas kesehatan dan polisi pastikan pekerja dapur MBG bebas penyakit TBC

Baca juga: Dinkes Bandarlampung obati 3.795 pasien TBC, lampaui target nasional

Baca juga: Penyuluh agama dilibatkan dalam sosialisasi penanggulangan Tb



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026