
Sekda Lampung: Daerah penyangga dukung Bandarlampung jadi kota perdagangan

Kita akan bangun pastinya daerah-daerah penyangga Kota Bandarlampung seperti Kabupaten Pesawaran, Pringsewu dan Kota Metro
Bandarlampung (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan penguatan daerah penyangga dapat mendukung Kota Bandarlampung menjadi kota prioritas nasional khusus perdagangan.
"Tentu untuk mendukung perkembangan Kota Bandarlampung sebagai kota prioritas perdagangan, maka kita akan bangun pastinya daerah-daerah penyangga Kota Bandarlampung seperti Kabupaten Pesawaran, Pringsewu dan Kota Metro," ujar Marindo Kurniawan di Bandarlampung, Kamis.
Ia melanjutkan, selain membangun daerah penyangga, kecamatan yang merupakan pintu masuk menuju Kota Bandarlampung seperti Kecamatan Panjang, Way Halim, Korpri itu juga didorong agar semakin diperkuat.
"Sebenarnya kami belum menerima surat resmi terkait terpilihnya Kota Bandarlampung menjadi kota prioritas nasional dari 50 kota di Indonesia yang fokus ke perdagangan. Tapi pada prinsipnya kita apresiasi serta bangga," katanya.
Ia menjelaskan, nanti bila sudah ada dasar penetapan dari pemerintah pusat, maka Pemerintah Provinsi Lampung akan mendukung sesuai tugas dan kewenangan.
"Karena Bandarlampung ini merupakan ibukota Provinsi Lampung, jadi kami pun akan meningkatkan perannya dalam mendukung perputaran perekonomian sebagai kota pusat perdagangan dan pusat kegiatan nasional. Maka kegiatan seni budaya, olahraga, dan jual beli akan dimaksimalkan disini," ucap dia.
Ia mengharapkan Bandarlampung dapat menjadi kota pusat perdagangan yang didukung oleh pemerintah pusat dari sisi kebijakan, regulasi perdagangan dan berbagai hal lainnya.
"Dan pastinya Pemerintah Provinsi Lampung akan menindaklanjuti berbagai hal tersebut, dengan begitu maka harapannya Bandarlampung menjadi kota yang maju khususnya dalam hal perdagangan terealisasi dengan baik," tambahnya.
Diketahui sebelumnya pemerintah pusat telah menetapkan ada 50 kota di Indonesia menjadi prioritas pembangunan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.
50 kota itu terbagi dalam beberapa kategori yakni ada 10 kota kawasan metropolitan, empat kota usulan kota metropolitan, 36 kota prioritas non metropolitan yakni kota perdagangan, kota pariwisata, industri dan empat kota kecil berkualitas.
Baca juga: Pemkot Bandarlampung terus perluas promosi wisata untuk tingkatkan kunjungan wisatawan
Baca juga: Pemkot Bandarlampung sebut pentingnya legalitas usaha bagi UMKM
Baca juga: Pemkot Bandarlampung libatkan relawan untuk tekan kekerasan anak dan perempuan
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
