Logo Header Antaranews Lampung

Pasien penurunan fungsi ginjal rasakan manfaat JKN Bandarlampung

Selasa, 16 September 2025 16:12 WIB
Image Print
Salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), merasakan betapa pentingnya terapi medis hemodialisis atau yang lebih umum dikenal dengan cuci darah (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Di sini saya merasa nyaman, saya tidak merasakan perbedaan pelayanan saat saya menggunakan BPJS Kesehatan semuanya diperlakukan dengan setara.

Bandarlampung (ANTARA) - Salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Heri Cahyono (45) merasakan sendiri betapa pentingnya terapi medis hemodialisis atau yang lebih umum dikenal dengan cuci darah.

Hemodialisis adalah terapi medis yang digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah.

Terapi ini sangat penting bagi pasien dengan gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis yang sudah tidak dapat berfungsi dengan baik.

Berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Selasa, menyebutkan, perjalanan kesehatannya bermula empat tahun lalu, saat ia pertama kali didiagnosis harus melakukan hemodialis.

Namun, lanjutnya, karena kesibukan dalam bekerja dan kurangnya perhatian terhadap kondisi kesehatannya, gejala-gejala lain mulai bermunculan.

Ia mengalami penurunan fungsi ginjal secara bertahap hingga akhirnya divonis menderita gagal ginjal kronis.

Kini, Heri menjalani hemodialisis di rumah sakit rujukan dengan pelayanan yang menurutnya sangat baik. Meski harus berbagi kamar dengan pasien lain, ia merasa puas dengan fasilitas dan perhatian dari tenaga kesehatan yang merawatnya.

"Di sini saya merasa nyaman, saya tidak merasakan perbedaan pelayanan saat saya menggunakan BPJS Kesehatan semuanya diperlakukan dengan setara. Sarana dan prasarana cukup lengkap dan menunjang proses pengobatan. Itu yang paling penting," ujar Heri.

Heri mengungkapkan rasa syukurnya karena Program JKN selalu ada mengiringi perjuangannya dalam menghadapi penyakit ini.

"Untungnya saya terdaftar sebagai peserta JKN, semua tindakan medis yang dilakukan gratis tanpa iur biaya tambahan. Kalau tidak, mungkin saya tidak akan bertahan sampai sekarang. Dengan biaya pengobatan yang mahal dan harus rutin dilakukan dua kali per minggu siapa yang sanggup kalau tidak menjadi peserta JKN," kata Heri.

"Apalagi untuk membeli makanan dan minuman yang sehat saja biayanya tidak murah. Beribu-ribu ucap syukur dan terimakasih saya ucapkan kepada BPJS Kesehatan karena melalui Program JKN ini telah membantu memperpanjang kehidupan kami," tambahnya.

Ia berharap kondisi dirinya bisa semakin membaik dengan terapi hemodialisa yang rutin. Meskipun terapi tersebut tidak bisa menyembuhkan gagal ginjal, terapi hemodialisis dapat memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Ia pun merasa lebih yakin dan optimis menjalani kehidupan sehari-hari, berkat perawatan yang diterima di Rumah Sakit Imanuel Lampung.

"Saya berharap bisa terus menjalani terapi ini dengan lancar dan kondisinya semakin membaik. Kami juga sangat berterima kasih kepada semua tenaga medis di Rumah Sakit Imanuel yang telah membantu kami melewati masa-masa sulit ini," tutupnya.

Baca juga: Kepesertaan JKN Kartu Indonesia Sehat di Lampung tercatat 97,05 persen

Baca juga: Kuota JKN bagi penghuni panti sosial di Lampung capai 1.961 orang

Baca juga: Bukan sekadar aplikasi, Mobile JKN solusi lengkap layanan kesehatan modern



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026