BPS catat inflasi tahunan Lampung Juli 2025 capai 2,63 persen

id Inflasi lampung, ekonomi lampung, BPS lampung

BPS catat inflasi tahunan Lampung Juli 2025 capai 2,63 persen

Ilustrasi- Komoditas bawang merah yang merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di Juli 2025 di Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2024 yang sebesar 2,55 persen

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa inflasi tahunan di Lampung pada Juli 2025 mencapai 2,63 persen, seiring dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum.

"Ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2024 yang sebesar 2,55 persen," ujar Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung Muhammad Ilham Salam dalam keterangannya secara daring di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan tingkat inflasi tahunan di Juli bila ditinjau dari kelompok pengeluaran kelompok rekreasi, olahraga dan budaya memiliki inflasi tertinggi sebesar 6,87 persen. Namun kontribusi terhadap inflasi umum tidak terlalu tinggi hanya 0,12 persen.

"Sementara itu kelompok makanan, minuman dan tembakau memiliki inflasi sebesar 4,44 persen, dan memberikan andil inflasi terbesar yaitu sebesar 1,47 persen. Sebaliknya kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi terbesar sebesar 0,96 persen dengan andil deflasi 0,06 persen," katanya.

Dia melanjutkan beberapa komoditas yang memberi andil inflasi tahun ke tahun di Juli 2025 yang terbesar adalah komoditas bawang merah dengan andil sebesar 0,71 persen, emas perhiasan dengan andil inflasi 0,30 persen, beras 0,27 persen, akademi atau perguruan tinggi 0,26 persen, dan tomat 0,17 persen.

Sedangkan komoditas yang memberi andil deflasi tahunan di Juli 2025 adalah bawang putih sebesar 0,10 persen, jeruk 0,10 persen, telepon seluler 0,05 persen, daging ayam ras 0,05 persen, dan popok bayi sekali pakai 0,04 persen.

"Sedangkan inflasi bulanan sebesar 0,19 persen. Berdasarkan kelompok pengeluaran kelompok yang memberi andil tertinggi adalah pendidikan dengan inflasi sebesar 0,40 persen, dan andil 0,03 persen. Sedangkan andil inflasi tertinggi berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,13 persen," ucap dia.

Ia menjelaskan sedangkan inflasi antar wilayah cakupan indeks harga konsumen (IHK) pada Juli 2025 inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 3,35 persen.

"Dan inflasi terendah ada di Kota Metro sebesar 2,26 persen. Sedangkan inflasi bulanan tertinggi terjadi di kabupaten Lampung Timur sebesar 0,38 persen dan terendah terjadi di Kota Bandarlampung sebesar 0,08 persen," tambahnya.

Untuk IHK per kabupaten tersebut meliputi Kabupaten Lampung Timur 112,72, Kabupaten Mesuji 113,69, Kota Bandarlampung 108,54, dan Kota Metro 107,77.

Baca juga: Pemerintah siapkan strategi dukung kinerja ekonomi di semester II-2025

Baca juga: BPS sebut garis kemiskinan di Lampung Rp612.451 per kapita pada Maret 2025

Baca juga: BPS: Penduduk miskin Lampung berkurang 52,3 ribu orang di Maret 2025

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.