
Lampung siapkan 23 ton stok benih untuk persiapan musim tanam dua

Saat ini di unit pengelola benih sumber ada sebanyak 23 ton benih yang disiapkan untuk musim tanam dua
Bandarlampung (ANTARA) - Balai Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung menyatakan sebanyak 23 ton stok benih padi tersedia untuk pelaksanaan musim tanam (MT) dua di unit pengelola benih sumber (UPBS).
"Saat ini di unit pengelola benih sumber ada sebanyak 23 ton benih yang disiapkan untuk musim tanam dua," ujar Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan di Bandarlampung, Senin.
Ia menjelaskan stock seed atau benih pokok di unit pengelola benih sumber tersebut merupakan varietas Inpari 32.
"Kami siap dalam menyediakan stoknya untuk musim tanam dua. Serta ada juga dukungan anggaran bantuan perbenihan dari Ditjen Tanaman Pangan di tahun 2025," katanya.
Ia melanjutkan bantuan perbenihan dari Ditjen Tanaman Pangan tersebut berjumlah 500 ton benih bantuan, melalui penyaluran yang menyesuaikan dengan musim tanam yang dilakukan per kloter.
"Lampung produksinya sekitar satu juta hektare, kalau dikali dua kali musim tanam jadi luas lahan sekitar dua juta hektare. Dan satu hektarenya itu membutuhkan 25 kilogram benih, sehingga bantuan yang diberikan sekitar 500 ton benih. Nanti pembagiannya dilakukan oleh Ditjen Tanaman Pangan dengan menyesuaikan musim tanam per kloter," ucap dia.
Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan siklus tanam di Lampung yakni untuk musim tanam satu terjadi di Oktober 2024 dan panen di Januari 2025. Kemudian musim tanam dua tanam di Februari 2025 dan panen di Mei 2025, serta untuk musim tanam tiga terjadi di Juni hingga September.
"Semua benih tersebut berstandar nasional Indonesia dengan umur bibit minimal 15-21 hari setelah semai, dan akan terus mengupayakan penerapan standar benih bermutu serta bersertifikat," tambahnya.
Baca juga: BRMP Lampung siapkan penggunaan varietas padi tahan musim kering
Baca juga: Balai BRMP Lampung laksanakan pembenihan padi sebanyak 120 ton
Baca juga: Realisasi luas tambah tanam di Lampung hingga Juni capai 640.851 hektare
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
