Logo Header Antaranews Lampung

BI: Pogram INFRATANI kembangkan ekosistem produk halal dari hulu

Senin, 23 Juni 2025 13:42 WIB
Image Print
Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Listyowati Puji Lestari saat memberi materi terkait ekosistem produk halal. ANTARA/HO-BI Lampung.
Tujuan utamanya adalah membentuk ekosistem rantai pasok halal dari sektor pertanian berbasis komunitas serta teknologi informasi dan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan strategis

Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Listyowati Puji Lestari mengatakan program Infratani menjadi salah satu cara mengembangkan ekosistem halal dengan nilai tabah dari hulu sampai hilir.

"Dalam mengembangkan ekosistem produk halal banyak kegiatan turunan yang dilakukan dan salah satunya melalui program Integrated Farming with Technology Information and Society (Infratani) yang membentuk ekosistem halal value chain dari hulu sampai hilir pada sektor pertanian," ujar Listyowati Puji Lestari di Bandarlampung, Senin.

Ia menjelaskan program tersebut merupakan bentuk pertanian terintegrasi dengan memanfaatkan dan mengimplementasikan teknologi informasi bersama kelompok masyarakat pesantren ataupun di luar pesantren.

"Tujuan utamanya adalah membentuk ekosistem rantai pasok halal dari sektor pertanian berbasis komunitas serta teknologi informasi dan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan strategis," katanya.

Dia merincikan proses pelaksanaan program tersebut meliputi pasar memberikan order kepada pondok pesantren yang menjadi mentor, pengumpul dan penyalur dari para anggota, kemudian pondok pesantren memberikan pemetaan serta pola tanam kepada pondok pesantren binaan.

Selanjutnya, pondok pesantren binaan mendapatkan pendampingan dari lembaga pendamping yang bekerjasama dengan pondok pesantren mentor, lalu pondok pesantren binaan yang telah panen mengirimkan kepada pondok pesantren mentor sekaligus pengumpul dan penyalur untuk melalukan pemilahan hasil panen.

"Dan proses terakhir pondok pesantren mentor, pengumpul, penyalur tersebut menjual ke pasar kembali baik ke pasar halal global ataupun pasar domestik," ucap dia.

Menurut dia, infrastruktur yang digunakan adalah rumah kaca dan pelakunya dari pondok pesantren anggota Hebitren Jawa Barat, Lampung, Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Solo.

"Program Infratani menjadi bagian dari program pengembangan ekosistem rantai nilai halal di sektor pertanian terintegrasi, yang mendukung terciptanya produk halal dari hulu," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026