Kebun Raya Itera tambah dua Labirin, jadi ikon baru kampus

id lampung, itera, kampus, perguruan tinggi, institut teknologi sumatera

Kebun Raya Itera tambah dua Labirin, jadi ikon baru kampus

Kebun Raya Itera Tambah Dua Labirin, Jadi Ikon Baru Kampus (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan kampus seluas 275 hektare.

Salah satu RTH utama di Itera adalah Kebun Raya Itera, yang memiliki luas 75,52 hektare dan menjadi rumah bagi berbagai jenis tanaman khas Sumatera dan Indonesia.

Selain memiliki koleksi tanaman yang beragam, Kebun Raya Itera menerapkan konsep sustainable living dengan meminimalkan polusi lingkungan. Fasilitas seperti pendopo estetik yang dapat dinikmati pengunjung secara gratis juga menambah daya tarik kebun raya ini.

Terbaru, Kebun Raya Itera menambah dua labirin baru, sehingga kini terdapat tiga labirin yang siap menjadi ikon baru kampus.

Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Konservasi Flora Sumatera atau Kebun Raya Itera, Alawiyah, dalam keterangannya di Bandarlampung, Selasa, menjelaskan bahwa penambahan labirin ini bertujuan untuk memberikan pengalaman rekreasi yang lebih menarik bagi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ia menjelaskan bahwa setiap labirin memiliki jenis tanaman yang berbeda. Labirin pertama, yang merupakan labirin utama, dibangun dengan tanaman Acalypha siamensis dan memiliki tingkat kesulitan tertinggi.

Labirin kedua menggunakan tanaman Ayapana triplinervis dengan tingkat kesulitan sedang, sementara labirin ketiga yang ditanami bunga marigold memiliki tingkat kesulitan rendah. Menariknya, bunga marigold di labirin ketiga akan mengalami pertumbuhan baru setiap tiga bulan.

“Dua labirin baru nantinya akan tumbuh dengan ketinggian sedang,” ujar Alawiyah.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengembangan Kebun Raya Itera akan terus berlanjut, termasuk rencana membangun rumah adat dari setiap provinsi di Sumatera.

Makin estetik

Penambahan dua labirin ini mendapat tanggapan positif dari pengunjung. Farel, pelajar SMA Negeri 9 Bandar Lampung, mengaku tertarik dengan konsep baru di Kebun Raya Itera.

“Menurut saya, penambahan labirin ini membuat kebun raya semakin menarik dan lebih estetik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kebersihan dan kehijauan lingkungan di kebun raya.

Hal senada disampaikan Aris Budi Setiawan, mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, yang mengunjungi Kebun Raya Itera karena penasaran dengan konsepnya. Salah satu daya tarik utama baginya adalah Embung Sumatera, yaitu danau buatan berbentuk Pulau Sumatera yang berada di tengah kawasan kebun raya.

“Saya tertarik untuk datang ke Kebun Raya di sela kesibukan kuliah, terutama di sore hari,” kata Aris.

Shofia Nur Ismahtillah Humris, mahasiswa Desain Komunikasi Visual Itera, juga rutin mengunjungi Kebun Raya Itera bersama teman-temannya.

“Biasanya saya ke kebun raya sore hari, selain untuk menikmati suasana, juga untuk keperluan penelitian perkuliahan,” ungkapnya. Ia menilai keberadaan labirin dan taman estetika merupakan daya tarik utama Kebun Raya Itera.

“Saya berharap dua labirin baru ini bisa menjadi ikon tersendiri bagi Itera dan semakin menarik perhatian masyarakat,” tuturnya.