Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Lampung kembangkan pertanian terintegrasi tingkatkan produktivitas

Senin, 15 November 2021 14:33 WIB
Image Print
Ilustrasi- Petani tengah membajak salah satu lahan pertanian di Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Dengan integrated farming ini memberi kemudahan bagi petani, dimana nanti kita juga bantu untuk memberikan benih, pupuk, pemenuhan sarana produksi, dan sarana permodalan, ucapnya

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Lampung sedang mengembangkan sistem pertanian terpadu atau integrated farming guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian di daerahnya.

"Kita coba kembangkan integrated farming untuk tanaman pokok, sehingga produktivitas hasil pertanian bisa ditingkatkan," ujar Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnadi, di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan, dengan penggunaan pola integrated farming tersebut ketahanan pangan pun dapat terbentuk.

"Sistem pertanian terpadu ini menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan produksi, juga menjadi salah satu upaya menumbuhkan minat petani dalam menanam komoditi pertanian karena ada jaminan pasar, lalu ketahanan pangan pun terbentuk," katanya.

Dia melanjutkan, melalui pola pertanian terintegrasi petani tidak hanya terpaku pada satu jenis komoditas pertanian melainkan dapat membudidayakan banyak komoditas dalam satu lahan.

"Dengan integrated farming ini memberi kemudahan bagi petani, dimana nanti kita juga bantu untuk memberikan benih, pupuk, pemenuhan sarana produksi, dan sarana permodalan," ucapnya.

Ia mengatakan, dengan adanya sistem pertanian terpadu atau "Integrated Farming System" diharapkan pertanian Lampung dapat maju.

Sebelumnya Kementerian Pertanian pun telah mendorong pemerintah daerah untuk mengimplementasikan sistem pertanian terpadu untuk menumbuhkan sektor pertanian di masa pandemi COVID-19.

Pertanian terpadu merupakan salah satu sistem dalam sektor pertanian dimana pertanian, perikanan, peternakan terintegrasi dalam satu kawasan.



Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026