
Ini nilai ekspor- impor Indonesia, demonstran serukan boikot produk AS dan Israel

Jakarta (ANTARA) - Data Badan Pusat Statistik mencatat pada Kuartal I-2021, Indonesia telah mengimpor 144 ton barang dari Israel senilai 1.785.870 dolar AS. Barang-barang yang diimpor Indonesia dari Israel, di antaranya bagian/komponen senjata; komponen mesin; alat-alat elektronik; hasil perkebunan seperti kopi, kurma; alat-alat terkait listrik, komponen baterai, dan mesin untuk produksi rokok. Sedangkan, pada periode yang sama, Indonesia telah mengekspor lebih dari 11.000 ton barang ke Israel yang nilainya mencapai 30.986.779 dolar AS.
Indonesia dan Israel masih memiliki hubungan dagang, meskipun keduanya tidak punya hubungan diplomatik resmi.
Total perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat pada 2020 mencapai 27,2 miliar dolar AS dengan surplus bagi Indonesia sebesar 10,04 miliar dolar AS.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Lutfi, melalui keterangan tertulisnya bulan lalu, menyebut produk-produk yang menyumbang nilai dagang dua negara di antaranya barang-barang elektronik, komoditas laut, perabotan, perhiasan, dan produk kimia. Tidak hanya itu, AS merupakan negara yang masuk dalam 10 investor terbesar di Indonesia. Nilai investasi AS ke Indonesia pada 2020 mencapai 480,1 juta dolar AS.
Baca juga: Presiden Turki mohon Paus Fransiskus terus merespons kekerasan di Gaza
Sementara itu, demonstran yang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), di Jakarta, Selasa, mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk memboikot produk-produk buatan AS dan Israel demi membela perjuangan rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
“Sesungguhnya Israel tidak punya kekuatan apa-apa. Dia merasa kuat dan besar karena kekuatan Zionis didukung oleh Amerika Serikat. Kekuatan politik AS, suka tidak suka, didukung oleh kekuatan ekonominya. Maka, kalau kita ingin melawan Zionis Israel, AS tidak ada cara lain kita harus boikot kekuatan ekonominya,” kata Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Amin Ngabalin saat ditemui usai berorasi di depan Kedubes AS, Jakarta, Selasa.
Boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) merupakan gerakan yang telah dikampanyekan oleh jaringan masyarakat sipil Palestina ke komunitas internasional sejak 2005.
Gerakan itu diyakini dapat jadi salah satu cara memberi tekanan terhadap Israel yang melakukan pendudukan dan meluncurkan serangan militer terhadap rakyat Palestina.
Baca juga: Polisi periksa tiga WNA yang diamankan saat aksi bela Palestina di Kedubes AS
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
