Kalsel dorong petani kembangkan ubi porang

id ubi porang

Kalsel dorong petani kembangkan ubi porang

Petani porang di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. (Antaranews Kalsel/Istimewa)

Paringin (ANTARA) - Kalimantan Selatan terus berupaya mendukung petani ubi porang menjadi komoditas baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Rizkianor Fauzi di Paringin, Kalimantan Selatan, Kamis mengatakan, tanaman porang yang selama ini dianggap sebagai gulma oleh masyarakat, ternyata memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.

Selain itu, tanaman ini juga tidak disukai oleh tikus maupun babi, sebagaimana tanaman umbi-umbian lainnya, sehingga cukup aman dari serangan hama.

Menurut Rizki, ubi porang merupakan ubi yang memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan, harga perkilo ubi porang yang belum diolah sama sekali berkisar antara Rp4 ribu - Rp10.000 perkilo, sedangkan ubi porang yang setengah jadi atau berbentuk chips harganya berkisar Rp10.000-Rp17.000.

Dalam rangka upaya menggali potensi ekonomi dari ubi porang, Pemkab Balangan melalui dinas pertanian membentuk aliansi atau komunitas ubi porang yang anggotanya kini mencapai 30 orang yang tersebar kesuluruh Kecamatan di Kabupaten Balangan.

"Melalui komunutas ini, saya berharap dapat memfasilitasi petani porang Kabupaten Balangan untuk melakukan pelatihan dan cara perawatan ubi porang secara baik dan benar," katanya.

Melalui perawatan yang benar dan tepat, diharapkan akan menghasilkan ubi dengan kualitas cukup baik. Kabupaten Balangan sendiri, telah menghasilkan sekitar 70 ton pertahun dalam bentuk chips.

Rizki menyampaikan, di tahun depan dinas pertaian akan berkerja sama dengan Balitbangda Kabupaten Balangan, dalam bentuk pengadaan alat untuk mengolah ubi porang.

Keberadaan alat tersebut akan membuat harga ubi porang akan stabil dan mungkin saja akan meningkat, karena ubi porang merupakan salah satu komoditas ekspor.

Ubi porang memiliki masa tanam bekisar pada enam bulan masa tanam sampai dua tahun masa tanam, tergantung bibit yang ditanam. Selain itu, ubi porang ini bisa diolah menjadi bahan utama pembuatan tepung, bahan kosmetik.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar