Harga TBS sawit naik

id Tbs kotabaru,Sawit

Harga TBS sawit  naik

para petani sawit di Kotabaru mengeluhkan rendahnya harga hasil TBS sawit, mereka mengharapkan solusi diantaranya mendesak dioperasikannya pabrik biodiesel sehingga ada perbaikan harga sawit (Antaranews Kalsel/ohi/ist)

Kotabaru (ANTARA) - Harga tandan buah segar kelapa sawit di sebagian wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, merangkak naik setelah terpuruk hingga kisaran Rp750 per kg di tingkat pengumpul.

Seorang petani sawit di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, Abu Bakar, Jumat, mengatakan, awalnya harga tandan buah segar (TBS) kurang dari Rp1.000 per kg.

"Alhamdulillah, pelan tapi pasti harga TBS saat itu mulai naik kisaran Rp30 per kg - Rp100 per kg," katanya.

Akhir pekan ini, pengumpul menyampaikan ada sejumlah pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) membeli TBS seharga Rp1.400 dan Rp1.550 per kg.

Seperti biasa, selisih harga di tingkat pengumpul dengan di pabrik bervariasi, antara Rp200-Rp250 per kg atau tergantung jarak antara kebun dan lokasi pabrik.

Pengumpul harus mengeluarkan biaya operasional mengangkut TBS dari kebun ke pabrik, ongkos menaikkan TBS ke truk, dan yang lainnya.

Abu Bakar mengaku untuk lahan seluas 7.5 hektare kali ini hasil TBS di kisaran 8 ton, turun dibandingkan dengan saat kondisi normal atau musim hujan hampir 15 ton per dua pekan.

"Ahamdulillah, informasinya hari ini harga TBS di pabrik (A) kisaran Rp1.430 per kg," ujar seorang sopir yang biasa mengangkut TBS, Abi Maman.

Namun sayang kata dia, harga TBS mulai merangkak naik, tetapi hasil panen turun.

"Seperti biasa, saat musim kemarau TBS berkurang," tambahnya.

Umi Azam menambahkan, saat buah melimpah harga TBSrendah, tetapi saat buah berkurang harganya naik.

Namun demikian, petani sawit masih bersyukur karena bisa hasil penjualan TBS bisa untuk menutupi biaya hidup.
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar