Skala PKBI Lampung gelar 'Celebrate Dance4Life' 2019

id celebrate skala pkbi,skala pkbi lampung,pkbi lampung

Skala PKBI Lampung gelar 'Celebrate Dance4Life' 2019

Dance4Life Celebrate 2019 digelar Skala PKBI Lampung, di Taman Budaya Lampung, Bandarlampung, Selasa (10/12/2019). (ANTARA/HO/Skala PKBI Lampung)

Sugesti Aprilia, Program Manager Skala PKBI Lampung, di Bandarlampung, Selasa, menjelaskan Dance4Life adalah salah satu program yang sedang dijalankan oleh PKBI Lampung bersama dengan Skala yang merupakan Youth Centre di PKBI.
Bandarlampung (ANTARA) - Sentra Kawula Muda Lampung (Skala) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung menggelar acara Celebrate sebagai perayaan telah selesai implementasi Program Dance4Life tahun 2019.

Sugesti Aprilia, Program Manager Skala PKBI Lampung, di Bandarlampung, Selasa, menjelaskan Dance4Life adalah salah satu program yang sedang dijalankan oleh PKBI Lampung bersama dengan Skala yang merupakan Youth Centre di PKBI.
Baca juga: PKBI Lampung Dorong Terapkan Pendidikan Kespro Siswa

Program ini menawarkan metode pemberdayaan orang muda dan melatih kepemimpinan untuk orang muda, sehingga mereka dapat menentukan perilaku yang sehat dan mampu menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri terutama dalam isu hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), katanya pula.

Di Lampung, program ini diimplementasikan pada empat sekolah, yaitu SMAN 2 Bandarlampung, SMAN 9 Bandarlampung, SMA YP Unila, dan SMKN 4 Bandarlampung dengan menggunakan modul The Journey4Life.

"Modul ini menerapkan pembelajaran yang unik, kreatif, dan menyenangkan," ujar Sugesti.

Adapun topik yang dibahas pada setiap pertemuan di antaranya adalah gender, kehamilan tidak diinginkan, penerimaan diri, pengambilan keputusan, kekerasan berbasis gender dan seksual, dan kesehatan mental.

Ia menyatakan, setelah melihat kebutuhan yang ada, perundungan dan kesehatan mental menjadi fokus utama dalam kegiatan Celebrate kali ini.
Baca juga: PKBI Perkuat Informasi Kespro Pelajar Lampung

Dengan tema My Body My Right #byebyebully, sebanyak 250 remaja (agent4change) dari 4 sekolah tersebut berkumpul bersama di Teater Terbuka Taman Budaya Provinsi Lampung untuk merayakan keberhasilan mereka setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan The Journey4Life.

Kegiatan ini diikuti oleh remaja kelas X yang sebelumnya sudah terlibat dalam 10 kali pertemuan di sekolah masing-masing dengan topik yang berbeda di setiap pertemuannya.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja atas hidup dan perilaku yang positif serta bertanggung jawab atas diri sendiri dan lingkungannya. Diharapkan dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan kesehatan fisik dan mental diri sendiri juga teman sebayanya, remaja dapat menghentikan rantai bullying dan kekerasan antar-remaja," kata Ade Kurnia Saputra, Ketua Pelaksana Kegiatan Celebrate 2019.
Baca juga: PKBI Lampung: Perhatikan Hak Kespro Remaja

Kegiatan Celebrate kali ini merupakan talkshow interaktif yang membahas tentang bullying dan efeknya pada kesehatan mental.
Dance4Life Celebrate 2019 digelar Skala PKBI Lampung, di Taman Budaya Lampung, Bandarlampung, Selasa (10/12/2019), juga menghadirkan beberapa hiburan seperti akustik, beatbox, drill, penampilan dari sekolah yang hadir, dan musikalisasi drama. (ANTARA/HO/Skala PKBI Lampung)


Talkshow ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu Dwi Hafsah Handayani SPsi (Direktur Eksekutif PKBI Lampung) membicarakan data mengenai masalah remaja terkait kesehatan mental seperti pengalaman buruk masa kecil, kekerasan, perundungan, dan lainnya.

Narasumber berikutnya, Lely Syamsul MPsi (psikolog) membicarakan tentang pemahaman mendasar terkait perundungan dan kesehatan mental, juga bagaimana cara memanajemen stres untuk anak muda.

Selanjutnya, Cindani Trika MPsi (HIMPSI) yang menuturkan tentang pengalaman pendampingan kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Terakhir, Agent4change, Della Yolanda dari SMAN 2 Bandarlampung tentang tekanan teman sebaya dan kasus-kasus perundungan yang sering terjadi di kalangan orang muda.

Talkshow ditutup dengan pemberian informasi bahwa orang muda dapat mengakses layanan ke psikolog jika merasa membutuhkan pertolongan.

"Fokuslah kepada kelebihan kamu dan kembangkan potensi diri yang kalian miliki,” ujar Lely Syamsul MPsi kepada orang muda.

"Manfaatkanlah fasilitas yang ada seperti yang telah disediakan oleh PKBI Lampung untuk teman-teman remaja sharing, dan jika membutuhkan pertolongan lebih lanjut, PKBI Lampung yang akan menindaklanjuti kemana kalian dapat mengakses layanan," kata Cindani Trika MPsi.

Celebrate 2019 juga menghadirkan beberapa hiburan seperti akustik, beatbox, drill, penampilan dari sekolah yang hadir, dan musikalisasi drama. Musikalisasi drama ini menceritakan tentang orang muda yang menjadi korban perundungan oleh teman sebayanya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Kemudian, drama dilanjutkan dengan pernyataan sikap dari para pemeran diikuti oleh seluruh agent4change yang hadir mengenai perilaku perundungan bahwa perundungan merupakan hal yang salah dan tidak seharusnya dilakukan.

Drama ini ditutup dengan drill atau tarian khas Dance4Life yang juga berisikan pesan-pesan dalam setiap gerakan dan liriknya, seperti "Be the change you want to see, take responsibility", "I can, you can, together we can all", dan "Let your voice be heard" yang bermakna bahwa dengan bersatunya orang muda bisa melakukan perubahan jika menyuarakan haknya.

"Acaranya keren banget, kita butuh lebih banyak lagi acara melibatkan dan mendukung peran orang muda, karena suara orang muda butuh didengar," ujar salah satu Agent4Change menanggapi acara tersebut.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar