Logo Header Antaranews Lampung

ITERA dan peneliti Internasional bahas teknologi dan infrastruktur ramah lingkungan

Sabtu, 26 Oktober 2019 12:08 WIB
Image Print
Rektor ITERA Prof. Ofyar Zainuddin Tamin memberi keterangan, Jumat (25/10/2019). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Institute Teknologi Sumatera (ITERA) bersama peneliti Internasional merumuskan teknologi dan infrastruktur ramah lingkungan dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang diarahkan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

"Seminar Internasional diikuti oleh sejumlah peneliti dari luar negeri seperti, Swiss, Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Selandia Baru. Agenda simposium ini akan berlangsung dua hari mulai 25-26 Oktober 2019," kata Rektor ITERA Prof Ofyar Zainuddin Tamin, di Bandarlampung, Jumat.

Baca juga: Laboratorium teknik Itera diresmikan

Dalam kegiatan itu, dia mengundang peneliti internasional untuk dapat merumuskan dan mencari solusi permasalahan yang berada di Pulau Sumatera.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain mendidik dan mengabdi kepada masyarakat, meneliti juga termasuk ke dalam Tridharma itu," kata dia.

Baca juga: ITERA akan kembangkan "smart bus" untuk memberikan pelayanan transportasi

Dia menambahkan semua peneliti yang diundang akan memaparkan manajemen kebencanaan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Tidak hanya itu, mereka juga akan menjelaskan tentang sains, teknologi kelautan, transportasi, dan teknik perkeretaapian di masa depan.

"Dari 17 poin pembangunan berkelanjutan yang tercantum dalam arahan PBB, hanya ada beberapa poin yang memiliki kesesuaian dengan tujuan Indonesia dalam pembangunan. Poin itu adalah produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab, infrastruktur industri dan inovasi, kemitraan untuk mencapai tujuan, energi bersih dan terjangkau, serta kesetaraan gender," katanya.

Baca juga: Itera mampu ciptakan generasi unggul berdaya saing



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026