Pemprov Lampung matangkan konsep pemanfaatan "exit tol"

id plt asbid ekbang, taufik hidayat

Plt Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, dalam acara Forum Group Discussion proyek Exit Tol JTTS, di Bandar Lampung, Selasa (17/4/). (Foto: ist)

Pemprov Lampung akan memanfaatkan exit tol JTTS dengan mengkoneksikan langsung dengan kawasan industrialisasi, pelabuhan, dan lainnya. Tentunya daerah yang terkoneksi dengan JTTS akan menetapkan kawasan industri level kabupaten, kata Taufik
Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan konsep pemanfaatan "exit tol" Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), ruas Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang.

"Pemprov Lampung akan memanfaatkan exit tol JTTS dengan mengkoneksikan langsung dengan kawasan industrialisasi, pelabuhan, dan lainnya. Tentunya daerah yang terkoneksi dengan JTTS akan menetapkan kawasan industri level kabupaten," kata Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, di Bandarlampung, Selasa (17/4).

Menurutnya, pemprov berupaya memanfaatkan JTTS bagi kesejahteraan masyarakat Lampung. Salah satunya dengan memanfaatkan exit jalan tol.

Keberadaan JTTS, jelas Taufik, tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar JTTS, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi daerah lainnya.

"Provinsi Lampung sangat dekat dengan pulau Jawa, bahkan 30-40 persen pasokan pangan ke Jakarta berasal dari Lampung. Dengan adanya JTTS tentu secara tidak langsung akan meningkatkan ketahanan pangan, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung, yang pada akhirnya membawa dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lampung," jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan menjelaskan JTTS akan meningkatkan perekonomian Lampung.

"Adanya JTTS ini harus didukung rest area yang memadai, serta antisipasi akan adanya penumpukan dan kemacetan kendaraan," jelasnya.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Kementerian Keuangan, Brahmantio Isdijoso, menyampaikan semua pihak menginginkan pembangunan JTTS mampu berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Lampung.

"Alhamdulillah progres JTTS di Lampung telah berjalan dengan baik, dan tercepat selama proses pembangunannya dibandingkan provinsi lainnya. Tentu hal tersebut akan berdampak positif bagi perekonomian Lampung," ucap Brahmantio.

Sementara itu,? Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyaraksat (LPEM) Universitas Indonesia, Denny Irawan menjelaskan cakupan studi pada value capture yakni analisis dampak ekonomi, estimasi willingness to contribute dan penyusunan skema value capture.

Dalam analisis dampak ekonomi, Denny menjelaskan pembangunan JTTS akan berdampak pada sektor pembangunan seperti bangunan, transportasi darat, perdagangan, industri pengolahan dan primer.

"Di sektor pembangunan, Provinsi Lampung akan memiliki multiplier output 1,67 dan multiplier nilai tambah 2,45 sedangkan sektor transportasi darat akan memiliki multiplier output 1,55 dan multiplier nilai tambah 1,75," jelasnya.

Terkait estimasi "willingness to contribute", jelas Denny, hal itu ditujukan untuk memprediksi kesediaan pemangku kepentingan yang memperoleh manfaat dari keberadaan JTTS untuk turut berpartisipasi dalam skema value capture yang ditujukan untuk pendanaan JTTS.

Dalam penyusunan skema value capture, terdapat aspek-aspek penerima manfaat, koordinasi, waktu inisiasi, basis pungutan, frekuensi, cakupan biaya, tingkat wewenang dan cakupan area.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar