Koperasi beraset terbesar di Lampung gelar RAT

id koperasi mekar sai,rapat ahir tahun,aset terbesar di lampung

Kantor Koperasi Mekari Sai Provinsi Lampung (FOTO: Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)

Agenda utama RAT akan dilaksanakan dalam dua sidang, yang pertama untuk mendengarkan laporan dan rencana kerja kepengurusan, dan yang kedua untuk pembahasan, kata Andreas
Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Salah satu koperasi simpan pinjam beraset terbesar di Provinsi Lampung menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-26 tahun buku 2017.

"Agenda utama RAT akan dilaksanakan dalam dua sidang, yang pertama untuk mendengarkan laporan dan rencana kerja kepengurusan, dan yang kedua untuk pembahasan," kata Ketua Dewan Pengurus Kopdit Mekar Sai, Andreas Muhi Pukai, di Bandarlampung, Sabtu.

Anggota KSP Kopdit Mekar Sai per 31 Desember 2017 berjumlah 14.678  orang dan memiliki aset sebesar r Rp431,9 miliar yang merupakan modal dari seluruh anggota, serta memiliki 495 unit yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota.

Andreas menjelaskan RAT dijadwalkan pada Minggu, 25 Februari 2018, renacanya dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Lampung, Satria Alam.

Tema yang diangkat pada RAT adalah Memperkokoh Persahabatan dengan Teknologi Finansial untuk Kesejahteraan Bersama.

Menurutnya, tema ini memiliki tiga kata kunci yang sedang menjadi fokus dalam rencana program dalam tahun ini.

"Pertama, adalah persahabatan. Dalam lambang koperasi, kata persahabatan muncul lewat gambar rantai yang tak terputus, menggambarkan salah satu sifat dari koperasi yang ingin dibangun oleh Mekar Sai yaitu sifat persahabatan yang kokoh, kekeluargaan, kebersamaan menuju kesejahteraan," kata Andre.

Kata kunci yang kedua adalah teknologi finansial, yang didalamnya tercakup impian Mekar Sai untuk mengikuti perkembangan teknologi yang menjadi sarana untuk berbagai kemudahan.

Teknologi finansial, lanjutnya, terus menerus digunakan oleh Mekar Sai untuk mempermudah, mempercepat dan memperluas jangkauan pelayanan koperasi terhadap anggota.

"Ketiga yang tidak boleh diabaikan adalah kesejahteraan bersama. Ini sesuai juga dengan tema Hari Koperasi internasional tahun lalu, `Co-operative ensure no one is left behind`. Tidak boleh ada satu pun dari anggota tertinggal ketika koperasi dinyatakan sedang berkembang. Semua anggota tanpa kecuali harus mendapatkan kesejahteraan karena keanggotaannya di Mekar Sai," tandas Andre.

Tema RAT tersebut juga diterjemahkan dalam rangkaian acara RAT, yang dimulai sehari sebelum puncak acara.

Sarasehan diadakan pada Sabtu, 24 Februari 2018, dengan mengundang generasi muda dari berbagai komunitas dengan narasumber Anis Saadah, penggiat koperasi dari Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo), Jakarta.

Sarasehan itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa orang muda mempunyai ruang yang sangat luas dalam koperasi sekaligus mempunyai peluang besar untuk mendapatkan manfaat dari koperasi.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar